Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Kamis, 17/07/2008 17:48 WIB

Perubahan paradigma dorong siswa SMK

oleh : Hilda Sabri Sulistyo


JAKARTA (bisnis.com): Jumlah siswa SMK di beberapa kota seperti Solo, Wonogiri, Klaten, Surabaya dan Bandung meningkat terkait dengan paradigma masyarakat yang makin realistis terhadap pendidikan dengan memilih sekolah kejuruan untuk memudahkan mendapatkan kerja.

Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno mengatakan pada tahun ajaran 2008-2009 terjadi peningkatan signifikan jumlah peminat SMK. Tercatat 1,3 juta siswa mendaftar di SMK, atau naik 25% dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Padahal rasio penambahan jumlah SMK sendiri hingga 2008 baru meningkat 10%. Itu artinya semua bangku yang ada di SMK terisi penuh termasuk SMK yang baru berdiri," jelasnya.            

Peningkatan jumlah peminat SMK tersebut membutuhkan penambahan jumlah pengajar yang tidak sedikit. Jumlah guru SMK sendiri hingga sekarang tercatat 200.000 guru di mana 130.000 diantaranya berstatus PNS.

"Dalam perhitungan kasar, saat ini setidaknya dibutuhkan penambahan 5.000 guru SMK dengan berbagai jenis ketrampilan kerja yang siap diterjunkan ke SMK," jelasnya.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar, Depdiknas melalui Direktorat Pendidikan Kejuruan melakukan upaya diversifikasi guru SMK. Salah satu caranya dengan merekrut mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan PPL (Praktek Pengenalan Lapangan) untuk menjadi tenaga pengajar SMK.

"Program ini kami sebut sebagai KKN tematik. Jadi sambil KKN, mahasiswa diminta menjadi guru di SMK," lanjut Joko.

Sedikitnya ada delapan perguruan tinggi yang sudah mengadakan kesepakatan kerja dengan Depdiknas untuk melaksanakan program KKN tematik ini yaitu Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS), Universitas Negeri Makasar, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan dan Universitas Gajayana Malang.            

Beberapa jenis ketrampilan yang bakal diajarkan oleh mahasiswa ini antara lain pertanian, ekonomi, bisnis, manajemen dan teknologi. Jenis ketrampilan tersebut harus dikuasai oleh mahasiswa calon peserta KKN tematik. Untuk tahap pertama KKN Tematik akan menerjunkan 600 mahasiswa.

Mereka akan terjun ke lapangan selama 6 bulan berturut-turut dan pada semester berikutnya akan digantikan oleh mahasiswa lainnya.            

Para mahasiswa peserta KKN tematik ini, selain mendapatkan penilaian sebagai hasil dari penugasan kampus, Depdiknas juga memberikan kontribusi berupa uang lelah. Nilainya untuk masing-masing mahasiswa sekitar Rp1 juta per bulan. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Peserta LPIR diminta soroti industri kreatif
  • Dikdas DKI buka pelayanan via SMS
  • BEI dirikan sekolah pasar modal
  • 10 Kepala sekolah kena sanksi kasus jual buku

Komentar

Beri Komentar