Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan
Selasa, 12/08/2008 18:00 WIB
Peserta LPIR diminta soroti industri kreatif
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (bisnis.com): Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan mengembangkan rasa ingin tahu dan menumbuhkembangkan budaya meneliti perlu ditingkatkan di kalangan remaja apalagi Indonesia ingin mengembangkan industri kreatif.
Dia mengungkapkan untuk bisa kreatif maka penguasaan teknologi dan teknokrasi menjadi sangat penting. Dan untuk menguasai teknologi dan teknokrasi maka penguasaan ilmu-ilmu dasar termasuk metodologi penelitian menjadi sangat penting.
"Kreativitas bisa dikembangkan melalui olah rasa, pendidikan estetika, dan aktivitas kegiatan hati," ujarnya ketika membuka Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR ) di Hotel Sahid, Jakarta, hari ini.
Dia berharap kegiatan tahunan ini bisa menghasilkan suatu kreativitas untuk mendorong industri kreatif. Kreativitas yang berbasis pada teknologi dan teknokrasi akan lebih ideal jika dipadu dengan kreativitas yang berbasis pada estetika dan juga terintegrasi dengan inspired creativity.
Mendiknas mengatakan semangat menemukan kebaruan itulah yang menjadi pangkal dari semangat kreativitas. Apalagi akhir-akhir ini Indonesia tengah gencar mengembangkan industri kreatif. Suatu industri yang ditopang dengan produk berupa barang jasa sebagai hasil kreativitas manusia.
Menurut dia, budaya meneliti berfungsi untuk memperluas horison ilmu pengetahuan yang bisa dipahami dan dikuasai oleh manusia secara empirik. Oleh karena itu LPIR bertujuan untuk menggalakkan dan menyalurkan bakat remaja sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah yang juga bisa mendorong industri kreatif.
Berbeda dengan lomba ilmiah remaja yang lain, menurut Bambang, LPIR memberi kebebasan bagi peserta untuk memilih masalah yang ingin diteliti. Dengan begitu, diharapkan akan tumbuh kebiasaan meneliti dan melahirkan ilmu pengetahuan yang dekat dengan Indonesia, terlebih pada remaja usia 12-19 tahun.
Sementara itu, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas Suyanto melaporkan LPIR merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun bagi para remaja khususnya siswa SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK.
Pada LPIR 2008, kata dia, jumlah naskah yang masuk ke sekretariat panitia sebanyak 1.111 naskah untuk jenjang SMA, sedangkan untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 1.051 naskah.
"Dewan juri telah melakukan penilaian karya tulis untuk penentuan finalis dan ditetapkan sebanyak 36 finalis untuk tingkat SMA dan 99 finalis untuk tingkat SMP," katanya.
Selama dua hari hingga Kamis, para finalis tersebut, mengikuti wawancara mulai untuk menentukan pemenang tingkat nasional. Jumlah naskah yang terpilih berdasarkan disiplin ilmu yakni, bidang Pertanian (3), Biologi (4), Matematika (1), Fisika/Mesin/ Elektronika (3), Kimia/Geologi (3), Kesehatan/Psikologi (3), Bahasa/Kesusastraan (4), Sejarah/Kebudayaan (3), Ekologi/antarbidang (3), Ekonomi/Manajemen (3), Pendidikan (3), Sosiologi. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Dikdas siapkan beasiswa bagi anak jalanan
- Pemenang Indocement Awards 2008 diumumkan
- Pentas Kreasi Anak digelar di 3 kota
- 'Pemda agar peduli hak & kesejahteraan guru'
- Unilever ajak guru SD pahami dunia anak