Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan
Jumat, 15/08/2008 17:53 WIB
Tambahan anggaran tuntaskan wajib belajar
oleh : Hanna Prabandari
JAKARTA (bisnis.com): Penambahan anggaran pendidikan Rp66,1 triliun diprioritaskan untuk penuntasan wajib belajar, meningkatkan kesejahteraan guru dan peningkatan mutu SMK.
"Untuk gaji guru di bawah Diknas bisa menyerap lebih dari Rp10 triliun untuk kenaikan gaji, nanti penyalurannya lebih banyak di daerah," ujar Mendiknas Bambang Sudibyo menanggapi pidato kenegaraaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung DPR hari ini.
Bambang memastikan peningkatan anggaran juga akan diikuti dengan peningkatan pengawasan oleh Inspektorat Jenderal Depdiknas. Dia mengatakan tidak akan segan menindak siapapun yang melakukan pelangggaran.
"Saya akan beri sanksi sesuai peraturan perundangan. Pengawasan dan pemeriksaan juga dilakukan BPK, BPKP dan masyarakat," katanya.
Pada tahun anggaran 2009, Depdiknas direncanakan memperoleh anggaran Rp52 triliun. Alokasi ini belum mencakup tambahan anggaran pendidikan Rp46,1 triliun yang diusulkan dalam Nota Keuangan Tambahan. Bambang mengatakan pemerintah sudah berniat memenuhi amanat konstitusi dengan menganggarkan dana pendidikan 20%, namun terkendali dengan kenaikan harga minyak dunia.
Dia membantah kenaikan anggaran itu merupakan bagian pencitraan yang dilakukan pemerintah menjelang Pemilu 2009. Dia mengatakan tujuan utamanya adalah untuk memenuhi amanat UU dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Kalau akhirnya berdampak pada pencitraan saya kira itu pahala dan nikmat yang pantas dinikmati oleh mereka yang bekerja keras," tuturnya.
Dalam pidatonya, Presiden mengatakan pemerintah bertekad memenuhi amanat konstitusi dalam pengalokasikan anggaran pendidikan 20% meskipun kondisi anggaran masih sangat terbatas. Hal itu dalam rangka memenuhi Keputusan Mahkamah Konstitusi 13 Agustus 2008 tentang Alokasi dana pendidikan yang harus dihormati.
Dia menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir alokasi dana Depdiknas merupakan alokasi anggaran tertinggi dibandingkan dengan departemen lainnya. Anggaran pendidikan telah meningkat hampir dua kali lipat dari Rp78,5 triliun pada 2005, menjadi Rp154 triliun pada 2008.
"Bahkan pada 2009 di tengah krisis harga minyak dan pangan dunia yang berdampak pada perekonomian kita telah bisa memenuhi angggaran pendidikan 20% dari APBN sebagaimana diamanatkan konstitusi," tutur SBY. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Krisis tak ganggu realisasi anggaran pendidikan
- Pembahasan anggaran pendidikan selesai Desember
- Alumnus Unas diharapkan tak nganggur
- Program School Climate Challenge diluncurkan
- Peluang beasiswa ke Eropa makin terbuka