Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan
Rabu, 20/08/2008 16:33 WIB
Margin bisnis buku pelajaran dibatasi 15%
oleh : Irsad Sati & Tri D. Pamenan
JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk buku pelajaran dengan ukuran biaya produksi plus margin 15% guna menciptakan pasar buku murah bagi dunia pendidikan dasar dan menengah.
Pemerintah juga melakukan pembelian hak cipta karya buku pelajaran kepada penulis dengan harga berkisar antara Rp150 juta-Rp175 juta per jilid untuk mendorong iklim terbuka bagi kompetisi penulisan buku pelajaran.
Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan kedua kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menciptakan pasar buku murah yang tengah digalakkan pemerintah. "Ada banyak yang diupayakan, termasuk buku berbasis website untuk menciptakan buku murah," katanya seusai pembukaan Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika yang dibarengi dengan peluncuran program buku murah oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Istana Negara, hari ini.
Depdiknas telah menyediakan dana Rp20 miliar untuk pembelian hak cipta sebanyak 407 jilid buku pelajaran sekolah dasar hingga menengah atas. Pemerintah saat ini sudah memiliki hak cipta atas buku untuk sekolah menengah kejuruan sebanyak 216 judul, SMA/MA 24 judul, SMP/MTS 72 judul, dan SD/MI 95 judul.
Selain itu, ungkap Mendiknas, pemerintah menyediakan fasilitas buku elektronik untuk para siswa dan pengajar. Dalam hal ini, lanjutnya, pelajar dan pengajar dapat melihat judul-judul buku yang masuk dalam program buku elekronik itu melalui situs Internet dan dapat mengunduhnya secara gratis, baik secara keseluruhan maupun bagian per bagian.
Para siswa dan pendidik dapat melihat akses di http://bse.depdiknas.go.id dan dapat mengunduh bahan pelajaran tanpa perlu meminta izin karena hak ciptanya sudah dibeli oleh pemerintah.
Presiden meminta kepada gubernur, walikota, dan bupati untuk memastikan tidak ada lagi gedung sekolah yang rubuh dan mencelakai pelajar. Dia mengharapkan peningkatan alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2009 bisa membantu masalah itu serta meningkatkan mutu pendidikan nasional.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Krisis tak ganggu realisasi anggaran pendidikan
- Pembahasan anggaran pendidikan selesai Desember
- Alumnus Unas diharapkan tak nganggur
- Program School Climate Challenge diluncurkan
- Peluang beasiswa ke Eropa makin terbuka