Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Kamis, 04/09/2008 18:56 WIB

Pemberantasan buta aksara digiatkan

oleh : Hilda Sabri Sulistyo

JAKARTA (bisnis.com): Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Hamid Muhammad mengatakan pemerintah melakukan upaya menyeluruh pemberantasan buta aksara untuk menuntaskan target 5% atau 7,7 juta orang pada akhir 2009.

"Kita all-out dalam memberantas buta aksara ini dan posisi pada Agustus tinggal 6,21% atau 10,1 juta orang, padahal pada akhir 2007 jumlah penduduk Indonesia yang buta huruf masih 7,3% atau 11,8 juta orang," ujarnya sore ini berkaitan dengan Hari Aksara Internasional ke 43 di Denpasar pada Senin depan.

Hamid mengakui beban pemerintah dalam pengentasan buta aksara masih cukup berat.  Namun pihaknya optimistis akhir tahun depan jumlahnya tinggal 7,7 juta orang sesuai dengan target dalam Renstra Pendidikan Nasional.

Upaya pemberantasan buta aksara mengalami kendala antara lain masih rendahnya motivasi belajar di kalangan keluarga miskin, tersebar di daerah terpencil, dan banyak yang memiliki masalah dengan penglihatan.

"Karena terpencil dan miskin, penyandang buta aksara usia 45 tahun ke atas banyak yang terganggu penglihatannya akibat penerangan yang minim di rumah. Lebih dari itu, motivasi belajar sangat rendah," ujarnya didampingi Ella Yulaelawati, Direktur Pendidikan Masyarakat Depdiknas dan Ni Made Mertanadi, Kabag protocol Provinsi Bali sebagai tuan rumah kegiatan itu.

Kendala lain yang menghadang, lanjut Hamid, adalah belum maksimalnya perhatian pemerintah daerah dan masyarakat dalam program pemberantasan buta aksara. Hal itu menyebabkan belum sadarnya masyarakat bahwa peningkatan buta aksara memegang peranan strategis dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat hingga ke dunia internasional.

"Kalau tingkat buta aksara turun, angka Human Development Index (HDI) di Indonesia akan meningkat. Itu berarti kedudukan bangsa dalam percaturan internasional akan semakin diperhitungkan," tandas Hamid.

Karena itu, Depdiknas akan terus mengupayakan adanya penurunan angka buta aksara hingga mencapai 7,7 juta pada 2009. Cara yang ditempuh adalah dengan mengupayakan beberapa strategi diantaranya pelaksanakan pendidikan kecakapan hidup, mengembangkan mekanisme intensif dan disinsentif, kerja sama lembaga masyarakat, pengembangan standar keaksaraan dan menata mekanisme sistem pendataan Pemberantasan Buta Aksara (PBA).

Sementara itu, peringatan HAI ke-43 akan berlangsung di Denpasar Bali, 8 September 2008 rencananya kan dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Mendiknas Bambang Sudibyo serta Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Unilever ajak guru SD pahami dunia anak
  • Bob dukung SMK jadi pusat pertumbuhan
  • Depdiknas & Bappenas sebarkan sistem PAUD 2009
  • UU Pajak disosialisasikan di kampus

Komentar

Beri Komentar