Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan
Senin, 08/09/2008 14:22 WIB
SNMPTN & ujian nasional SMA akan digabung
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
DENPASAR (Bisnis.com): Pemerintah akan mengintegrasikan pelaksanaan ujian akhir SMA dengan tes saringan nasional masuk perguruan tinggi negri (SNMPTN) sebagai upaya efisiensi biaya.
"Pemerintah tiap tahun harus mengeluarkan biaya untuk ujian nasional mencapai Rp500 miliar. Jadi kalau ujian akhir SMA bisa digabung sekaligus menjadi ujian seleksi masuk perguruan tinggi maka bisa dilakukan penghematan dana pendidikan yang besar," ujar Kepala Balitbang Depdiknas Mansyur Ramli di sela kegiatan Hari Aksara Internasional ke-43 di Denpasar, siang ini.
Menurut dia, upaya ini sudah menjadi kebijakan Depdiknas dan bukan sekadar wacana. Namun, lanjutnya, masih dilakukan pertimbangan teknis untuk mengintegrasikan kedua ujian itu sehingga memudahkan anak didik dalam meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi.
"Ujian nasional lebih ke uji kompetensi, sedangkan ujian seleksi perguruan tinggi sifatnya prediktif. Jadi bagaimana kita mengintegrasikan soal-soal ujian sehingga untuk selanjutnya tidak ada lagi tes seleksi masuk perguruan tinggi itu."
Mansyur Ramli mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan sejumlah kajian agar jangan sampai ujian gabungan itu malah menelan biaya tinggi dalam pelaksanaannya. Dia belum bisa memastikan apakah pada tahun ajaran 2009-2010 sistem ujian terintegrasi itu sudah bisa dilaksanakan.
"Harapannya bisa kita terapkan tahun depan, tapi akan dibahas dulu melalui forum diskusi dan seminar dengan para para pakar, termasuk BNSP, Dikti, PTN, termasuk yang ahli membuat soal ujiannya," ujarnya.
Jika hal ini bisa dilaksanakan, maka dari sisi pemerintah maupun siswa SMA dapat dilakukan penghematan biaya. Selama ini keluarga Indonesia harus menyisihkan dana yang besar jika anaknya tamat SMA karena harus menghadapi dua kali ujian.
Selain mempersiapkan kemungkinan pengintegrasian ujian, Balitbang Diknas juga tengah mengembangkan program Education for Sustainaible Development (ESD)."Ruhnya program ESD ini intinya adalah membentuk akhlak yang mulia, jadi kami akan integrasikan program yang dimiliki ke dalam program ESD di bawah Unesco," jelasnya.
Konsep ESD, ujarnya, untuk membangun kesadaran mengenai pembangunan yang berkelanjutan, seperti membimbing anak didik untuk melakukan pelestarian lingkungan, memahami perbedaan dan ikut menjaga perdamaian dunia.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Krisis tak ganggu realisasi anggaran pendidikan
- Pembahasan anggaran pendidikan selesai Desember
- Alumnus Unas diharapkan tak nganggur
- Program School Climate Challenge diluncurkan
- Peluang beasiswa ke Eropa makin terbuka