Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Senin, 08/09/2008 17:32 WIB

Anggaran berantas buta aksara Rp1 triliun

oleh : Hilda Sabri Sulistyo

DENPASAR (bisnis.com): Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan pemerintah setiap tahun mengalokasikan sedikitnya Rp1 triliun untuk pemberantasan buta aksara karena itu semua komponen bangsa diminta bersungguh-sungguh mewujudkan melek aksara.

"Melek aksara jadi kunci pemberdayaan masyarakat karena sebelum pemerintah memberikan kecakapan hidup maka masyarakatnya harus terbebas dari buta aksara dulu," ujarnya sore ini pada peringatan Hari Aksara Internasional ke 43 di Taman Budaya Denpasar.

Pada acara yang dibuka oleh Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Mendiknas mengatakan melek aksara dalam agama Islam tertera dalam ayat Iqro, bagian dari akidah yang hukumnya wajib.

Indonesia termasuk yang cukup sukses dalam upaya pemberantasan buta aksara. Ibu Negara Ani Yudhoyono sudah dua kali diundang UNESCO 2006 di New York dan di Beijing 2007 berbicara soal upaya pemberantasa buta aksara.

Sementara itu, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta mengingatkan meskipun Indonesia dinilai berhasil, namun angka buta aksara perempuan masih dua kali lipat dari pria karena itu gerakan nasional percepatan pemberantasan buta aksara agar menjadi usaha bersama.

"Tahun 2005 angka buta aksara perempuan masih 11,7% , pria 5,3%. Tahun 2007 prosentase wanita turun jadi 10,12% dan pria 4,43%," kata Meutia.

Oleh karena itu salah satu kegiatan prioritas instansi yang dipimpinnya adalah pemberantasan buta aksara kaum perempuan. "Saat ini massh ada kesenjangan gender dan kita harus atasi kemiskinan yang dialami kaum perempuan lewat berbagai program."

Berdasarkan data pemerintah per Agustus 2008, jumlah buta aksara tinggal 10,1 juta, sedangkan pada akhir 2007 tercatat 7,3% atau 11,8 juta. Pemerintah menargetkan pada 2009 angka buta aksara tinggal 5% atau 7,7 juta. Keberhasilan Indonesia menurunkan angka buta aksara ini tercatat lebih cepat 7 tahun dari amanat Millenium Development Goal's (MDGS) pada 2015.

Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad menyampaikan, jumlah penduduk dunia yang buta huruf masih sangat besar. Pada 2006 tercatat 771 juta buta aksara dan 72 % diantaranya adalah perempuan.

"Komposisi jumlah buta aksara perempuan ini juga sama untuk Indonesia. Oleh karena itu, kita selama beberapa tahun terakhir ini all out untuk memberantas buta aksara dengan target-target yang sudah ditentukan dalam renstra (rencana strategis)," kata Hamid.

Dia berbicara pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-43 yang dipusatkan di Gedung Ksrirarnawa Taman Budaya, Denpasar, bertema "Melalui Peringatan Hari Aksara Internasional ke-43 Tahun 2008, Kita Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara". (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Unilever ajak guru SD pahami dunia anak
  • Bob dukung SMK jadi pusat pertumbuhan
  • Depdiknas & Bappenas sebarkan sistem PAUD 2009
  • UU Pajak disosialisasikan di kampus

Komentar

Beri Komentar