Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Senin, 08/09/2008 19:00 WIB

Tiga gubernur raih Anugerah Aksara

oleh : Hilda Sabri Sulistyo

DENPASAR (bisnis.com): Gubernur Bali, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara mendapat Anugerah Aksara dari Mendiknas Bambang Soedibyo atas kerja keras dan usaha yang berkesinambungan untuk memberantas buta aksara di daerahnya.

"Mereka sukses bermitra dengan organisasi masyarakat sehingga percepatan pemberantasan buta huruf di daerahnya dapat dipercepat," ujar Bambang pada pembukaan Hari Aksara Internasional (HAI) 43 di Taman Budaya Denpasar sore tadi.

Menurut dia, masing-masing daerah memiliki strategi untuk memberantas buta aksara masyarakatnya. Meski suatu daerah berhasil dalam pendidikan formalnya, tapi masih memiliki aib tingkat buta aksara yang tinggi. Umumnya buta aksara dari penduduk yang usianya sudah tua dan faktor lainnya.

Dia menjelaskan daerah yang masih tinggi tingkat buta aksaranya a.l. Prov Banten, DIY, Jateng, Bali, Jatim, NTB, NTT, Papua dan Sumsel. Oleh karena itu pada kesempatan ini Anugerah Aksara diberikan pula pada 8 walikota, 39 bupati, enam tutor pendidikan keaksaraan dan enam wartawan pemenang lomba karya tulis tentang pendidikan keaksaraan.

Selain itu, dia juga menyerahkan penghargaan kepada tokoh/lembaga pendidikan kepada tokoh dan lembaga pendidikan nonformal yang berprestasi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), empat organisasi wanita/PKK kabupaten/kota, dan tiga tokoh masyarakat, dan empat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Wakil Gubernur Bali Anak Agung Puspayoga, yang membacakan sambutan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, mengatakan peringatan HAI merupakan momen penting sebagai gerakan bersama kebuta aksaraan.

"Komitmen Pemprov Bali sesuai Sisdiknas, 20% dari APBD dialokasikan untuk pendidikan sehingga kami akan merealisasikan pada tahun anggaran 2009 kami mencanangkan biaya operasional sekolah Untuk SMA dan SMK," katanya.

Puncak peringatan HAI dirangkai dengan pameran pendidikan hasil karya warga belajar pendidikan nonformal. Pameran ini menampilkan empat demo khusus yang akan dipamerkan yaitu demo merias pengantin, spa dan pembuatan bahan-bahan spa.

Penuntasan buta aksara ditempuh melalui berbagai jalur yakni birokrasi dengan mengalokasikan anggaran pada APBN dan APBD, kerja sama dengan 59 perguruan tinggi melalui program kuliah kerja nyata (KKN) tematik, dan kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi sosial kemasyarakatan seperti PKK, Muslimat NU, dan Aisyiyah. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Unilever ajak guru SD pahami dunia anak
  • Bob dukung SMK jadi pusat pertumbuhan
  • Depdiknas & Bappenas sebarkan sistem PAUD 2009
  • UU Pajak disosialisasikan di kampus

Komentar

Beri Komentar