DUBAI (Bloomberg): Polisi Iran menangkap anggota keluarga mantan presiden dan seorang perunding nuklir yang mengatakan mayoritas warga Iran mempertanyakan kemenangan pemilihan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Pasukan keamanan menahan lima anggota keluarga mantan presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, salah seorang politisi paling berpengaruh di negara itu. ungkap media.
Ketua Parlemen Ali Larijani, yang bertindak sebagai negosiator nuklir sampai 2007, mengkritik badan pemilu yang memihak kepada Ahmadinejad. Larijani mengatakan sebagian besar rakyat Iran tidak menerima hasil pemilihan presiden itu.
"Terjadi ketidakpuasan [tentang hasil pilpres]," kata Ilan Berman, analis pada American Foreign Policy Council di Washington.
Pasukan keamanan dikerahkan di Teheran untuk mencegah berlanjutnya protes setelah ratusan ribu rakyat Iran turun ke jalan selama seminggu. Dalam kerusuhan itu sedikitnya 17 orang tewas, menurut pemerintah. Polisi menahan 457 orang selama bentrokan di kota itu pada 20 Juni.
Rafsanjani dipercaya mendukung pertemuan tokoh agama yang mendukung capres oposisi Mir Hossein Mousavi, 67, yang menuduh pemerintah melakukan kecurangan dalam pemilihan 12 Juni.
"Bola berada di tangan oposisi. Pemimpin tertinggi dan Ahmadinejad menggunakan kekerasan untuk melawan semua pembangkangan," ujar Kaveh-Cyrus Sanandaji, pakar Iran dari Universitas Oxford di Inggris. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »