Iran terancam terjadi revolutionary confrontation

Senin, 22/06/2009 19:13:41 WIBOleh: M. Yunan Hilmi
TEHERAN (AP): Pihak keamanan Iran hari ini mengancam akan menghancurkan para pemrotes dari pihak oposisi terhadap hasil pemilihan presiden serta mengingatkan demonstran untuk bersiap terjadinya 'revolutionary confrontation' jika mereka kembali turun ke jalan.

Lembaga tertinggi pemilihan umum, Guardian Council, mengetahui ada suara yang tidak jelas di 50 distrik pada pemungutan suara 12 Juni. Hal itu yang dituntut pihak oposisi bisa memunculkan kecurangan. Namun, lembaga itu berkeras masalah tersebut tidak berdampak kepada hasil perhitungan suara. Guardian Council menegaskan Presiden Mahmoud Ahmadinejad menang dengan kelebihan suara yang sangat banyak.

Revolutionary Guard, dalam pernyataan yang diposting di website, mengancam para pemrotes untuk bersiap terjadi resolusi dan revolutionary confrontation dengan Guards, Basij, dan pihak keamanan lainnya, jika mereka melanjutkan unjuk rasa.

Basij, milisi berpakaian sipil di bawah komando Revolutionary Guard, diturunkan untuk mengatasi para pemrotes yang memenuhi jalan setelah pengumuman hasil pemilu. Keterangan resmi pemerintah menyebutkan setidaknya 17 demonstran tewas akibat kerusuhan di Iran.

Pernyataan Guard memerintahkan demonstran untuk mengakhiri aktifitas sabotase dan pengrusakan dan menegaskan penolakan mereka dianggap konspirasi terhadap Iran.

Pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi pada Minggu malam, menyerukan agar terus melakukan protes sehingga memicu kerusuhan. Mousavi, 67, yang menggerakkan para pemuda untuk melakukan reformasi, mengklaim sebagai pemenang pemilu.

"Negara ini milikmu, protes dan kerusuhan adalah hakmu," tegas Mousavi.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika