Kapal Korut menuju Myanmar

Selasa, 23/06/2009 09:56:23 WIBOleh: Antara

WASHINTON (Antara): Sebuah kapal Korea Utara yang diikuti oleh sebuah kapal pemburu Angkatan Laut AS berdasar sanksi-sanksi baru PBB dapat menuju ke Myanmar, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, Senin.

Kang Nam 1 adalah kapal pertama Korea Utara yang diawasi sejak disahkannya sebuah resolusi PBB yang dirancang untuk menghukum Korea Utara karena uji coba nuklir bawah tanahnya bulan lalu.

Ketika pemburu Aegis USS John S. McCain terus membayangi kapal barang itu, beberapa pejabat AS mengatakan kapal itu dapat menuju ke negara yang senang mengasingkan diri lainnya, Myanmar.

Tampaknya "mereka berupaya untuk pergi ke Burma," kata pejabat pertahanan AS pada AFP tanpa menyebut nama, dengan menggunakan nama lama negara itu.

Pejabat itu tidak memberikan rincian lagi tapi beberapa pengamat telah berspekulasi bahwa kapal tua tersebut dapat menuju ke Myanmar, karena kedua negara itu memiliki hubungan dekat dan menyepakati perjanjian-perjanjian bersenjata pada masa lalu.

Saluran berita televisi Korea Selatan YTN, dengan menyebut sumber intelijen yang tak disebutkan namanya, melaporkan, Ahad, kapal itu diduga membawa rudal atau bagian-bagian terkait dan menuju ke Myanmar melalui Singapura.

Kapal berbobot 2.000 ton itu meninggakan pelabuhan Nampo di bagian barat Korea Utara pada 17 Juni, dengan Myanmar direncanakan sebagai tujuan akhirnya, kata YTN.

Kapal kargo itu memberikan kemungkinan percobaan pertama terhadap sanksi-sanksi PBB yang melarang pengapalan senjata -- termasuk kargo terkait-rudal -- ke dan dari Korea Utara. Resolusi PBB itu, bagaimanapun, mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk menerapkan sanksi tersebut.

Kapal itu adalah satu dari sekelompok kapal Korea Utara yang sebelumnya dihubungkan dengan kargo gelap, menurut beberapa pejabat AS.

"Kapal itu masih di laut dan kami sedang mengawasinya," kata pejabat pertahanan AS lainnya, yang minta untuk tidak disebutkan namanya.

Sejauh ini tidak ada "permintaan untuk mempertanyakan kapal itu", ia mengatakan. Para pejabat AS masih harus mengindikasikan bila atau kapan mereka mungkin diminta untuk memeriksa kapal itu menurut resolusi Dewan Keamanan PBB.

Korea Utara diperkirakan akan menolak permintaan seperti itu. Namun pada satu waktu, kapal itu mungkin akan membutuhkan untuk berhenti guna mengisi bahan bakar, mungkin di Singapura, salah satu pelabuhan terbesar di dunia.

Tidak jelas kapan dan di mana kapal itu akan berhenti tapi pejabat pertahanan tersebut menyebutkan bahwa "tipe kapal itu secara khusus tidak memiliki jarak jauh".

Menurut resolusi PBB, negara tempat kapal itu masuk pelabuhannya diwajibkan untuk menggeledah kapal itu jika ada alasan bagi kecurigaannya.

Ketegangan regional berada pada tingkat tertingginya selama beberapa tahun setelah Utara meluncurkan sebuah roket jarak jauh pada 5 April dan melakukan uji coba nuklir keduanya pada 25 Mei, yang mendorong sanksi-sanksi lebih keras PBB.

AS juga mengawasi kegiatan di tempat dan fasilitas rudal Korea Utara yang memberi kesan rezim itu sedang mempersiapkan peluncuran rudal jarak jauh lagi.

Meskipun ada kegiatan yang berlanjut, "tidak ada tindakan yang mengindikasikan peluncuran segera", kata pejabat pertahanan tersebut.

Menurut laporan media Jepang, Korea Utara dapat menembakkan roket ke arah Hawaii pada ataus ekitar Hari Kemerdekaan AS 4 Juli.

Utara telah melakukan peluncuran rudal pada 2006 ketika AS sedang menandai hari besar itu. (dj)

Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika