Tentara gulingkan presiden Honduras

Senin, 29/06/2009 09:40:21 WIBOleh: bbcindonesia
HONDURAS (bbc): Tentara di Honduras menggulingkan presidennya dan menerbangkannya ke luar negara itu setelah perebutan kekuasaan soal rencana untuk mengubah konstitusi.

Setelah tiba di Costa Rica, presiden yang disingkirkan, Manuel Zelaya, mengatakan dia diculik oleh tentara dalam satu "kudeta".

Zelaya, yang terpilih pada bulan Januari 2006 untuk masa empat tahun dan tidak boleh dipilih kembali, menginginkan referendum untuk memperpanjang masa jabatannya.

Penahanan dirinya terjadi tak lama sebelum dimulai referendum yang dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Agung dan ditentang oleh Kongres.

Juga ada penentangan di tubuh partai Zelaya sendiri terhadap rencana pelaksanaan pemungutan suara itu.

Tentara menyerbu kediamanan presiden di ibukota, Tegucigalpa, sebelum fajar hari Minggu, satu jam sebelum TPS dibuka.

'Ditahan berpiyama'
   
Zelaya dibawa ke pangkalan udara di luar ibukota dan rumor pun tersebar mengenai tempat dia berada. Para pendukung Zelaya menantang pasukan keamanan di luar rumah presiden.

Beberapa jam kemudian Zelayan muncul di Costa Rica, tempat dia --yang masih berpakaian piyama-- ditahan oleh militer. Dia mendesak rakyat Honduras untuk melawan mereka yang menyingkirkannya.

"Saya adalah korban penculikan sekelompok tentara Honduras," katanya.

Setelah itu Mahkamah Agung Honduras mengatakan pihaknya memerintahkan penyingkiran presiden yang akan habis masa jabatannya bulan Januari 2010.

Para anggota parlemen Honduras menurut rencana akan menunjuk penjabat sementara presiden yaitu ketua Kongres, Roberto Micheletti, yang berasal dari partai Zelaya sendiri tetapi tidak sejalan dengannya, kata kantor berita Reuters.

Masyarakat internasional mencela peristiwa yang terjadi di Honduras ini. Dalam pertemuan darurat di Washington, Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) mengutuknya sebagai tindakan "kudeta".

Sekutu Zelaya, yaitu presiden Venezuela, Hugo Chavez, menyalahkan apa yang disebutnya "imperium Yankee" dan mengancam akan mengambil tindakan militer jika duta besar Venezuela di Honduras diserang.

Gedung Putih menyangkal terlibat, dan Presiden Barack Obama mengimbau rakyat Honduras agar "menghormati aturan hukum" dan Uni Eropa mencela penahanan Zelaya. (dj)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika