Presiden Honduras terkudeta lobi PBB

Rabu, 01/07/2009 17:16:29 WIBOleh: Antara
PBB (Antara): Presiden Honduras yang digulingkan Manuel Zelaya mengajukan kasusnya ke PBB, meminta dukungan dunia dalam usahanya bagi dipulihkan kekuasaannya, sementara ia berencana akan pulang ke negaranya.

Zelaya berpidato di Majelis Umum PBB segera setelah badan yang beranggotakan 192 negara itu menyetujui dengan aklamasi sebuah resolusi yang mengecam kudeta yang dipimpin militer dan menuntut pemulihan kembali "tanpa syarat dan segera" jabatan Zelaya.

Resolusi itu mengecam kudeta itu yang mengakibatkan penggulingan presiden yang dipilih secara demokratis itu.

Zelaya, 57 tahun ditangkap di rumahnya Ahad pagi oleh pasukan Honduras dan langsung dinaikkan ke sebuah pesawat ke Kosta Rika setelah terjadi ketegangan dengan militer dan pengadilan menyangkut rencananya untuk berusaha dapat bertarung bagi masa jabatan keduanya Nopember mendatang.

Resolusi PBB itu menuntut "pemulihan segera dan tanpa syarat pemerintah yang sah dan konstitusional presiden republik itu, Jose Manuel Zelaya, dan pemerintah yang dibentuk secara sah di Honduras sehingga ia dapat memenuhi mandat yang diperoleh dari rakyat Honduras melalui pemilu.

Resolusi itu juga menyerukan semua negara "mengakui bahwa tidak ada pemerintah selain dari pada presiden yang konstitusional yaitu Jose Manuel Zelaya" dan menyatakan dukungan bagi usaha-usaha regional termasuk oleh Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS), untuk menyelesaikan krisis politik itu.

Zelaya yang dipilih untuk masa jabatan empat tahun pada tahun 2005, menyambut baik resolusi itu dan mengatakan sama dengan kecaman-kecaman OAS dan kelompok-kelompok regional lainnya.

Zelaya mengemukakan dalam satu pertemuan kelompok regional di Nikaragua, Senin bahwa ia berencana akan pulang ke Honduras, Kamis. "Saya akan ke Tegucigalva , Kamis," kata Zelaya , yang mungkin dapat menimbulkan ketegangan dengan pemerintah baru pimpinan Roberto Micheletti.

Zelaya juga menerima tawaran dari Jose Miguel Insulta, ketua OAS untuk mendampingi dia pulang ke Honduras, bersama dengan para pemimpin negara-negara sahabat lainnya yang juga ingin ikut mendampinginya.

Dalam pidatonya di Mejelis Umum PBB, Zelaya membela kepemimpinannya dan menyalahkan penggulingannya pada elit Honduras yang menduga "saya berusaha melepaskan sistem hak istimewa yang mereka pegang."

Delegasi AS Rosemary DiCarlo mengatakan Washington akan terus berusaha melalui OAS untuk memutuskan tentang cara terbaik untuk mendukung rakyat Honduras sementara mereka berusaha untuk memulihkan secara damai pemerintah konstitusional.

"Kami menyerukan masyarakat internasional menentang setiap campur tangan pihak luar dalam proses ini," tambahnya.

Presiden Venezuela Hugo Chavez mendesak Zelaya menemui Presiden AS Barack Obama, dan mengatakan bahwa perhatian presiden AS terhadap masalah itu dapat "menjadi satu pukulan penting" terhadap mereka yang menggulingkan Zelaya.

Protes-protes meletus di ibukota Honduras, Tegucigalva, Senin sementara ratusan pendukung Zelaya yang marah, mengabaikan jam malam yang diberlakukan pemerintah, menyingkirkan barikade-barikade dekat istana presiden . Mereka melemparkan baru-batu dan bom-bom bensin dan menggunakan pipa-pipa dan besi-besi batangan menghadapi polisi anti huru hara. Pasukan keamanan membubarkan unjukrasa itu dengan menggunakan gas air mata dan tembakan senapan, kata seorang juru foto AFP.

Aksi kekerasan itu, paling serius dalam tahun-tahun belakangan ini di negara Amerika tengah itu, menyebabkan beberapa orang pengunjukrasa dan pasukan keamanan cedera. Protes-protes juga menurut rencana akan dilakukan Rabu.

Obama mengatakan AS yakin Zelaya "tetap presiden Honduras" dan menyerukan kerjasama internasional untuk menyelesaikan krisis itu secara damai. (dj)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika