• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

AS beri sanksi perusahaan Iran

Rabu, 01/07/2009 18:39:00 WIBOleh: Antara
WASHINGTON (Antara): AS memberi sanksi kepada perusahaan Iran yang diduga membantu program rudal nuklir Korea Utara.

Departemen Keuangan AS mengidentifikasi perusahaan itu sebagai Hong Kong Electronics, terletak di Pulau Kish, Iran. Lebih jauh disebutkan, perusahaan itu telah memberikan bantuan pada bank komersial Tanchon Korea Utara dan Korea Mining Development Trading Corp.

Kedua entitas Korea Utara itu telah ditunjuk oleh AS dan Dewan Keamanan PBB berdasar Resolusi 1718 karena kegiatan pengembangan nuklir.

"Korea Utara menggunakan perusahaan-perusahaan kedok seperti Hong Kong Electronics dan serangkaian praktik memperdayakan lainnya untuk mengaburkan sifat sebenarnya dari transaksi keuangan, membuat hampir tidak mungkin bagi bank-bank dan pemerintah-pemerintah yang bertanggungjawab untuk membedakan keabsahan dari transaksi tidak sah Korea Utara," kata Stuart Levey, wakil menteri keuangan untuk terorisme dan intelijen keuangan seperti dikutip AFP.

"Tindakan sekarang ini merupakan bagian dari upaya keseluruhan kami untuk mencegah Korea Utara menyalahgunakan sistem keuangan internasional guna memajukan program nuklir dan rudalnya serta untuk menjual teknologi berbahaya ke seluruh dunia."

Menurut departemen keuangan, Hong Kong Electronics sejak 2007 telah mengirim jutaan dolar dana terkait-proliferasi atas nama Tanchon dan Komid dan telah memfasilitasi aliran uang dari Iran ke Korea Utara atas nama Komid.

Tanchon memainkan perang penting dalam membiayai penjualan rudal balistik dan terlibat dalam membiayai penjualan rudal balistik dari Komid ke Shahid Hemmat Industrial Group, yang adalah organisasi Iran yang bertanggungjawab untuk mengembangkan rudal berbahan bakar cair.

Tindakan AS itu diambil setelah uji coba bawah tanah dan peluncuran rudal berikutnya oleh Korea Utara mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mensahkan resolusi yang mencakup sanksi keuangan yang dibuat untuk mematahkan penghasilan rezim itu.

Korea Utara telah berjanji untuk membuat lebih banyak bom dan untuk memulai program senjata baru berdasarkan pada pengayaan uranium sebagai tanggapan atas sanksi tersebut.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika