Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional


Senin, 05/05/2008 14:53 WIB

Kunjungan wanita Malaysia ke luar negeri dibahas

oleh : Dewi Astuti

PETALING JAYA (Bloomberg): Kementerian Pemberdayaan Wanita, Keluarga, Masyarakat Malaysia Ng Yen Yen menolak rencana Menlu Rais Yatim yang akan mewajibkan wanita negara itu untuk mendapat izin dari keluarganya bila ingin pergi ke luar negeri sendirian.

Menteri Pemberdayaan Wanita mengatakan rencana tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak-hak asasi wanita dan tidak sepatutnya direalisasikan.

"Kami tidak setuju dengan rencana itu. Saya mengerti maksud Rais Yatim itu baik dan ingin melindungi wanita Malaysia mengingat munculnya isu wanita yang dipakai sebagai penyelundup obat-obatan terlarang oleh sindikat asing," kata Ng seperti dilansir Bloomberg mengutip surat kabar Malaysia the Star hari ini.

Menurut dia, yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah mengidentifikasi sindikat asing, menelusuri alasan mengapa wanita dipaksa masuk ke dalam penyelundupan obat terlarang, dan memeriksa latar belakang wanita yang terjerumus tersebut.

Ng akan berdiskusi dengan Rais dan juga melakukan pertemuan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) kewanitaan untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Rencana Menlu Rais berupa proposal itu telah dimasukkan ke Kabinet baru-baru ini. Hal itu dilakukan Rais setelah mendengar berita mengenai 119 kasus wanita Malaysia yang masuk penjara di beberapa belahan dunia karena penyelundupan obat-obatan terlarang. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Menlu Malaysia tegaskan tak langgar konvensi PBB
  • Kunjungan wanita Malaysia ke luar negeri dibahas
  • PBB kirim tim kemanusiaan ke Myanmar
  • Bom bunuh diri di Pakistan ciderai 30 orang

Komentar

Beri Komentar