Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Rabu, 07/05/2008 10:43 WIB
Korban topan di Myanmar jadi 60.000 orang
oleh : Taufik Wisastra
SYDNEY (Bloomberg): Myanmar menyebutkan sedikitnya 60.000 orang tewas akibat topan pada akhir pekan lalu, sementara PBB meminta pemerintahan militer negara itu mengizinkan pekerja internasional memulai operasi bantuan.
Televisi pemerintah memberitakan 22.000 meninggal dunia dan lebih dari 40.000 hilang setelah wilayah delta Irrawaddy disapu air setinggi 3,5 meter.
"Kami mengadakan kontak dengan pemerintah. Kerja sama perlu ditingkatkan," ujar Chris Kaye dari World Food Program (WFP).
WFP mendistribusikan 800 ton stok pangan di Yangon, bekas Ibu Kota, kata Kaye dalam emailnya dari Thailand. Lebih dari satu juta orang mungkin kehilangan tempat tinggal setelah topan Nargis menghantam negara itu.
Bencana alam ini merupakan yang terburuk di Asia Tenggara sejak tsunami pada 2004 yang menewaskan lebih dari 220.000. Para pejabat tim bantuan menunggu pemerintahan militer menyetujui visa dan mengizinkan mereka menyalurkan bantuan dari sejumlah negara termasuk India dan Thailand. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Mahasiswa 19 tahun jadi walikota AS
- 90 Helikopter dikerahkan lagi ke Sichuan
- Penganiayaan buruh asing di Jepang melonjak
- Obama janjikan kemakmuran bagi Israel
- AS bantu US$3 juta untuk Myanmar