Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Kamis, 12/06/2008 10:07 WIB
Politisi terkorup, diikuti polisi & lembaga hukum
oleh : Ratna Ariyanti
JAKARTA (bisnis.com): United Nations Development Programme (UNDP) hari ini meluncurkan laporan berjudul Tackling Corruption, Transforming Lives (Memberantas Korupsi, Mengubah Kehidupan).
Asisten Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa dan Direktur Biro Pengembangan Kebijakan UNDP Olav Kjorven menyerahkan laporan tingkat Asia Pasifik tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.
Laporan tersebut menekankan bahwa sementara ini usaha pemberantasan korupsi, yang terfokus pada pengungkapan kasus besar, hanya menyentuh sebagian kecil dari persoalan korupsi.
Saat ini, menurut laporan tersebut, usaha pemberantasan korupsi memiliki nilai politik dari masa sebelumnya, terutama di sektor seperti penyediaan air bersih, kesehatan dan pendidikan.
Di Asia Pasifik, para politisi dikatakan sebagai kelompok paling korup di pemerintahan, diikuti oleh polisi dan lembaga hukum di urutan kedua dan ketiga.
Hampir satu dari lima orang di wilayah Asia Pasifik mengaku pernah memberi sogokan atau suap kepada oknum polisi dalam beberapa tahun terakhir.
Di berbagai negara Asia Pasifik, saat para korban ditanya mengapa mereka tidak melaporkan kasus-kasus kriminal, antara sepertiga hingga tiga per empat menjawab mereka tidak percaya kepada kepolisian.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Martti Ahtisaari menangkan Nobel Perdamaian 2008
- Obama dan McCain usung gratiskan asuransi
- Soal ekonomi, suara McCain anjlok
- Setelah debat, Obama ungguli McCain
- Debat Capres AS berinteraksi dengan calon pemilih