Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Rabu, 30/07/2008 14:12 WIB
Karadzic tiba di Belanda untuk diadili
oleh : Antara
DEN HAAG, Belanda (Antara/Reuters): Tersangka penjahat perang Radovan Karadzic tiba di Belanda hari ini untuk menghadapi sidang di Den Haag atas tuduhan-tuduhan pembantaian dalam perang Bosnia tahun 1992-1995.
Mantan pemimpin Serbia Bosnia itu diperkirakan akan ditahan di sebuah pusat tahanan terdekat dan kemudian akan tampil di pengadilan kejahatan perang. Karadzic menghadapi dua tuduhan genosida karena mengepung Sarajevo selama 43 bulan dan pembantaian tahun 1995 terhadap 8.000 warga muslim di Srebrenica. Tindakan itu merupakan pembunuhan paling buruk di Eropa sejak Perang Dunia II.
Karadzic yang ditangkap pekan lalu setelah 11 tahun melarikan diri, sempat menggunakan nama palsu, berjenggot, menjadi tabib, dan berambut panjang. Sebelumnya di Beograd, dia dikawal ke bandara oleh para petugas dari dinas rahasia Serbia. Satu konvoi jip hitam menjemputnya dari penjara menuju bandara Ibu Kota.
Pada hari Selasa, sekitar 10.000 anggota kelompok nasionalis, banyak yang diangkut oleh bus-bus dari pangkalan-pangkalan nasionalis pedesaan, untuk menunjukkan dukungan mereka kepada dia di tengah kota Beograd. Mereka meneriakkan namanya dan membawa spanduk-spanduk raksasa memuat fotonya. Bentrokan meletus ketika lusinan pemuda yang punya hubungan dengan kelompok-kelompok garis keras melemparkan batu-batu dan tong-tong sampah ke polisi anti huru hara. Sekitar 45 orang, sebagian besar mereka adalah polisi mengalami cedera.
Pengiriman Karadzic ke Den Haag adalah penting bagi Serbia untuk menjamin hubungan lebih erat dengan Uni Eropa dan penangkapannya dianggap sebagai satu tanda jelas pro Barat pemerintah baru yang dilantik awal bulan ini. Dengan penangkapan itu, pemerintah mengharapkan bisa meredakan ketegangan dan menghentikan aksi protes lebih jauh tetapi juga akan memberikan keuntungan perdagangan Uni Eropa.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang