Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional


Rabu, 20/08/2008 12:30 WIB

Utusan PBB bertemu Suu Kyi hari ini

oleh : Antara/AFP

YANGON (Antara/AFP): Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ibrahim Gambari diperkirakan akan bertemu dengan tahanan pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi pada hari ini, kata sejumlah sumber di Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

"Dia akan bertemu dengan Aung San Suu Kyi pagi ini," kata seorang sumber partai kepada AFP yang namanya tak mau diungkap.

Juru bicara partai Nyan Win mengatakan tidak bisa mengonfirmasikan pertemuan tersebut. Namun, dia mengatakan Gambari dijadwalkan akan bertemu dengan para pejabat tinggi NLD lainnya pada Rabu petang.

Gambari tiba di Yangon pada Senin dengan misi meluncurkan kembali perundingan antara pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang ditahan itu dengan rezim militer.

Gambari terakhir berkunjung ke Myanmar pada Maret lalu dalam misi yang dinilai oleh para pejabat PBB `tidak memuaskan`, setelah junta mengumumkan penolakan atas seruannya melakukan reformasi politik dan menolak tawarannya mengirimkan pemantau pemilihan berkaitan pelaksanaan referendum yang menyetujui konstitusi baru pada Mei lalu.

Sejauh ini Gambari telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Nyan Win, yang tidak ada hubungannya dengan jurubicara NLD, dan Menteri Penerangan Kyaw Hsan. Dia juga bertemu dengan para pejabat yang mengoordinasikan upaya bantuan bagi 2,4 juta korban Badai Nargis, yang menelan 138.000 korban tewas atau hilang di awal Mei.

Gambari meninjau salah satu bagian dari lokasi yang dilanda badai itu Selasa kemarin. Myanmar telah diperintah oleh militer sejak 1962. NLD menang mutlak dalam pemilihan umum 1990, namun junta tak pernah mengizinkan mereka berkuasa.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bom bunuh diri tewaskan enam orang
  • Dialog SBY-Obama tunggu waktu yang tepat
  • Mantan Presiden Taiwan ditahan
  • Bush-Obama bicara perang dan krisis finansial
  • Obama akan adili tahanan Guantanamo
  • Bush dan Obama akan bahas ekonomi
  • Serangan roket tewaskan 13 orang di Pakistan
  • Obama janjikan saling percaya dengan Aso
  • Obama pilih Rahm Emanuel jadi kepala staf Gedung Putih

Komentar

Beri Komentar