Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Senin, 25/08/2008 14:24 WIB
China dan Korsel bahas nuklir Korut
oleh : Taufik Wisastra
SEOUL (AP): Program nuklir Korea Utara menjadi agenda pembicaraan hari ini dalam pertemuan tingkat tinggi antara presiden China dan Korsel di tengah kemarahan dari Pyongyang.
Presiden China Hu Jintao dan Presiden Korsel Lee Myung-bak memulai pembicaraan empat mata selama 30 menit yang diikuti pertemuan lebih besar dengan melibatkan pejabat Kementerian Luar Negeri, keamanan dan ekonomi, menurut pernyataan dari Blue House.
Hu tiba dalam kunjungan kenegaraan selama dua hari setelah negaranya berhasil untuk pertama kali menjadi tuan rumah Olimpiade yang berakhir kemarin. Dia disambut di bandara militer oleh Menlu Korsel Yu Myung-hwan sebelum menuju Ibu Kota untuk memulai pertemuan.
Sekitar 10 pendemo di Seoul membentangkan spanduk bertuliskan "Jamin status pengungsi bagi warga Korut." China tidak mengakui warga Korut yang memasuki negara itu sebagai pengungsi. China mengaanggap mereka sebagai migran ekonomi.
China dan Korut memiliki kesepakatan yang menyerukan repatriasi bagi orang Korut yang tertangkap menyeberangi perbatasan mereka. Kelompok HAM di Korsel menyebutkan rakyat Korea Utara menghadapi penyiksaan jika mereka dikirim kembali pulang ke negaranya.
Hu dan Lee mengadakan pembicaraan yang mendalam tentang kemajuan pembicaaraan enam negara untuk mengakhiri program nuklir Korut. China, sekutu utama Korut dan donor utama, memimpin serangkaian pembicaraan perlucutan senjata sejak 2003. Pembicaraan itu juga melibatkan kedua Korea, Rusia dan Jepang. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang