Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Selasa, 26/08/2008 16:14 WIB
Korut lanjutkan program nuklir
oleh : Taufik Wisastra
SEOUL (AP): Korea Utara akan melanjutkan program reaktor nuklirnya karena marah atas sikap Amerika Serikat yang tidak mencabut Korut dari daftar negara yang mensponsori teror.
Pernyataan Korut itu merupakan kendala terbesar bagi proses denuklirisasi negara komunis tersebut. Keadaan ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan dalam pembicaraan masalah nuklir yang melibatkan China, Jepang, keddua Korea, AS dan Kanada.
Kementerian Luar Negeri Pyongyang menyebutkan pihaknya menangguhkan penghentian pekerjaan di reaktor itu dan fasilitas lainnya di kompleks nuklir Yongbyon pada 14 Agustus karena AS tidak memenuhi janjinya untuk mengeluarkan Pyongyang dari daftar sebagai sponsor teror berdasarkan perjanjian tahun lalu.
Penangguhan itu memicu kekhawatiran negara-negara, ungkap pernyataan kementerian seperti dilaporkan Korean Central News Agency (KCNA). Kementerian itu menyebutkan pihaknya dipaksa untuk mengambil langkah itu karena AS melanggar perjanjian.
Pencabutan dari daftar teror merupakan salah satu konsesi kunci yang ditawarkan kepada Korut sebagai imbalan atas penutupan dan perlucutan reaktor berdasarkan perjanjian bersejarah enam negara yang dicapai tahun lalu.
AS mengumumkan pada Juni bahwa negara itu akan mengeluarkan Korut dari daftar sponsor teror setelah Pyongyang menangguhkan program nuklirnya. Kedua pihak telah merundingkan agaimana memverifikasi deklarasi nuklir.
Pernyataan Korut itu keluar tidak lama setelah Presiden China Hu Jintao meninggalkan Korsel setelah mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Lee Myung-bak yang juga membahas soal program nuklir Korut. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang