Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Kamis, 28/08/2008 14:16 WIB
Pemrotes masih duduki kantor PM Thailand
oleh : Taufik Wisastra
BANGKOK (AP): Demonstran yang menduduki kompleks kantor perdana menteri Thailand melindungi pemimpin mereka yang akan ditangkap karena mengorganisasi aksi itu.
Otoritas meningkatkan tekanan kepada pemrotes sebelum terbit perintah pengadilan yang menuntut pembubaran aksi dan mengeluarkan peringatan penahanan terhadap sembilan pemimpin demo dengan tuduhan pemberontakan.
Masih belum jelas apakah polisi akan memaksakan keputusan pengadilan itu, khususnya terhadap sekitar 10.000 orang yang mendudukui kompleks pemerintahan tersebut.
Aliansi Rakyat untuk Deemokrasi (PAD) menduduki kompleks perdana menteri sejak Selasa. Mereka ingin memaksa pemerintahan PM Samak Sundaravej untuk mundur karena dituduh korupsi. Pemerintahan itu juga dituduh sebagai kepanjangan tangan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, yang digulingkan dalam kudeta 2006 dan menghadapi kasus korupsi.
Letjen Polisi Suraphol Thuanthong mengatakan otoritas akan memberikan waktu kepada pemrotes untuk meninggalkan kompleks itu secara sukarela. Namun polisi akan menggunakan kekuatan jika mereka diminta membersihkan halaman kantor itu untuk persiapan acara keluarga kerajaan pada Sabtu.
"Polisi akan menggunakan pendekatan bersahabat dengan pemrotes. Kami akan memberikan kesempatan aagi mereka untuk keluar. Tapi jika terus menentang keputusan pengadilan, kami akan memaksa mereka pergi," tegas Suraphol.
Sebelumnya diberitakan, pelaku aksi protes yang menyerbu Wisma Pemerintah dianggap bertindak terlalu jauh menuntut penggulingan pemerintah, menurut surat kabar di Bangkok yang mengisyaratkan bahwa gerakan itu kehilangan dukungan umum. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang