Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional


Senin, 01/09/2008 15:46 WIB

Rusia desak embargo senjata ke Georgia

oleh : Taufik Wisastra


MOSKWA (AP): Rusia mengingatkan Barat hari ini untuk tidak mendukung kepemimpinan Georgia dan menyerukan embargo senjata terhadap negara itu sampai pemerintahan yang baru terbentuk di republik bekas Soviet itu.

Pernyataan Menlu Sergey Lavrov itu mungkin membuat marah Amerika Serikat dan Eropa serta membuat jengkel Presiden Georgia Mikhail Saakashvili. Dia memperjelas keinginan Moskwa agar Saakashvili melepaskan jabatannya.

"Jika AS dan sekutunya memilih bukan untuk kepentingan nasional mereka sendiri, bukan untuk kepentingan rakyat Georgia, namun memilih regim Saakashvili, maka itu tindakan keliru dalam propersi sejarah," ujar Lavrov.

Menurut dia, pada tahap awal perlu dijatuhkan sanksi embargo senjata terhadap regim tersebut sampai otoritas yang berbeda menjadikan Georgia normal kembali.

Pernyataannya dilontarkan saat Uni Eropa (UE) mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi untuk membahas krisis Georgia dan kelanjutan hubungan dengan Rusia. Hubungan Rusia dengan Barat mencapai titik terendah sejak ambruknya Soviet pada 1991 setelah pecah perang di Georgia bulan lalu. Saakashvili membuat berang Moskwa karena berusaha menjadi anggota NATO.

Moskwa pekan lalu mengakui kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia. AS dan Eropa menuduh Rusia menggunakan kekuatan yang tidak seimbang dan melanggar prinsip gencatan senjata saat menyerang Georgia. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Pasukan India sisir kamar hotel cari teroris
  • ASEAN+3 kumpulkan US$150 miliar
  • Presiden Yudhoyono kutuk serangan di India
  • Australia berlakukan travel warning ke India

Komentar

Beri Komentar