Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Selasa, 02/09/2008 15:33 WIB
Taro Aso siap gantikan Fukuda
oleh : Taufik Wisastra
TOKYO (AP): Partai yang berkuasa di Jepang bekerja cepat untuk mendapatkan pemimpin baru setelah PM Yasuo Fukuda tiba-tiba mengundurkan diri akibat kebuntuan politik di parlemen dengan kelompok oposisi yang menghambat kebijakannya.
Muncul sebagai calon pengganti Fukuda adalah Sekjen Partai Demokratik Liberal (LDP) Taro Aso. Dia adalah seorang veteran politik dan mantan menteri luar negeri yang hari ini menyatakan keinginannya untuk menggantikan Fukuda.
"PM Fukuda ingin seseorang menerapkan kebijakannya, dan saya kira saya dapat melakukan itu. Saya ingin melanjutkan kebijakan Fukuda yang belum terlaksana... Saya harus mengambilalih kepemimpinan," ujar Aso kepada wartawan.
Partai yang berkuasa LDP diperkirakan melakukan voting untuk memilih ketua partai barunya pada 22 September dengan kampanye dimulai 10 September, ungkap kantor berita Kyodo. Para pejabat partai bertemu sore ini, namun belum diketahui hasilnya.
Presiden LDP yakin menjadi perdana menteri karena mayoritas partai di Majelis Rendah. Parlemen akan menggelar sidang luar biasaa pada 12 September, namun kata sejumlah pejabat kemungkinan ditunda. Parlemen harus menyetujui pilihan LDP untuk menjadi perdana menteri.
Meski Fukuda tidak efektif menghadapi oposisi dan rendahnya dukungan dari publik, pengunduran dirinya mengejutkan partai yang berkuasa. Dia merupakan perdana menteri kedua secara berturut-turut yang mundur setelah berkuasa kurang dari setahun dan belum jelas penggantinya. Dia mengikuti langkah Shinzo Abe yang mengundurkan diri pada September lalu.
Dalam pengumuman pengunduran dirinya, Fukuda menyalahkan oposisi yang menghambat kebijakannya. Dia berharap pemimpin yang baru akan dapat bekerja sama dengan oposisi. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang