Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional


Selasa, 02/09/2008 17:50 WIB

Krisis di Thailand picu keadaan darurat

oleh : Taufik Wisastra


BANGKOK (AP): PM Thailand Samak Sundaravej mengumumkan keadaan darurat di Bangkok untuk memulihkan keadaan setelah bentrokan tadi malam antara penentang dan pendukung pemerintah menelan korban satu orang tewas dan melukai 43 orang lainnya.

Dengan langkah itu, militer mempunyai hak untuk mengeluarkan perintah, otoritas dapat menangguhkan kebebasan sipil tertentu, melarang publik berkumpul lebih dari lima orang dan melarang media melaporkan berita yang menyebabkan kepanikan.

Samak tidak memberikan batas waktu berapa lama dekrit itu akan dijalankan, selain hanya menyebutkan tidak akan lama.

"Saya mengambil langkah itu untuk mengatasi masalah di negeri ini. Saya tak punya pilihan lain," ujar Samak dalam jumpa pers di markas besar militer di Bangkok.

Kekerasan pada malam itu memperparah krisis nasional yang dimulai seminggu lalu ketika ribuan penentang Samak menduduki kompleks kantor perdana menteri dan menolak untuk bubar sampai dia mengundurkan diri.

Penggerak protes antipemerintah, Aliansi Rakyat Demokratik, menuduh pemerintahan Samak korupsi dan menjadi boneka mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, yang digulingkan dalam kudeta pada 2006. Dia belum lama ini terbang ke Inggris untuk menghindar dari tuduhan korupsi. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Pasukan India sisir kamar hotel cari teroris
  • ASEAN+3 kumpulkan US$150 miliar
  • Presiden Yudhoyono kutuk serangan di India
  • Australia berlakukan travel warning ke India

Komentar

Beri Komentar