Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Kamis, 04/09/2008 14:49 WIB
Kabinet Thailand setujui referendum
oleh : Taufik Wisastra
BANGKOK (AP): Kabinet Thailand menyetujui diadakannya referendum untuk mengatasi krisis politik di negara itu, kata Menteri Kebudayaan Somsak Kietsuranond.
Dia mengatakan topik pasti dari referendum itu masih belum jelas. Namun intinya akan mengajukan serangkaian pertanyaan antara lain apakah pemerintah harus mundur, apakah pemerintah harus membubarkan Parlemen dan apa pendapat mereka tentang berlanjutnya protes terhadap pemerintah.
Dia mengatakan kepada wartawan kabinet prinsipnya menyetujui diadakan referendum. Pemerintahan PM Samak Sundravej dilumpuhkan oleh pendemo yang menduduki kompleks kantornya sejak 26 Agustus. Mereka menuntut Samak mengundurkan diri.
Langkah itu diambil Thailand setelah Samak kemarin mengumumkan keadaan darurat di Bangkok untuk memulihkan keadaan setelah bentrokan pada malam antara penentang dan pendukung pemerintah menelan korban satu orang tewas dan melukai 43 orang lainnya.
Dengan langkah itu, militer mempunyai hak untuk mengeluarkan perintah, otoritas dapat menangguhkan kebebasan sipil tertentu, melarang publik berkumpul lebih dari lima orang dan melarang media melaporkan berita yang menyebabkan kepanikan.
Samak tidak memberikan batas waktu berapa lama dekrit itu akan dijalankan, selain hanya menyebutkan tidak akan lama.
"Saya mengambil langkah itu untuk mengatasi masalah di negeri ini. Saya tak punya pilihan lain," ujar Samak dalam jumpa pers di markas besar militer di Bangkok. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang