Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional


Sabtu, 06/09/2008 14:38 WIB

McCain capai rekor pemirsa kalahkan Obama

oleh : M. Yunan Hilmi

LOS ANGELES (Bloomberg): Jumlah pemirsa televisi yang menyaksikan pidato kandidat presiden Partai Republik John McCain mencapai rekor 38,9 juta, mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat Barack Obama maupun Sarah Palin. Nielsen Media Research mencatat total pemirsa yang menonton pidato penerimaan pencalonan Obama di Denver pada 28 Agustus sebanyak 38,4 juta, Sementara Palin mencatat penonton 37,2 juta pada 3 September. Konvensi Partai Republik di St. Paul, Minnesota, disaksikan di 28,3 juta rumah, menembus rekor 27,7 juta keluarga milik Obama di Democratic National Convention. Ratin McCain merupakan yang tertinggi untuk sebuah konvensi politik sejak Nielsen melakukan perhitungan pada 1960. CBS, ABC, NBC, Univision dan Telemundo, dua jaringan TV berbahasa Spanyol, menyiarkan pidato McCain. Siaran ini juga dilansir oleh sejumlah TV kabel MSNBC, CNN, dan Fox News. Pidato Obawa juga disiarkan oleh Black Entertainment Television dna TV One, kanal utama untuk memicu audien kulit hitam. Ketika pidato McCain, jaringan-jaringan TV itu tidak menyiarkan pidato McCain. Nielsen mencatat rata-rata pemirsa menyaksikan konvensi Republik sebanyak 22,6 juta setiap hari. Para pendukung partai Republik sebagian besar tidak menyaksikan acara 1 September karena Badai Gustav. Adapun rata-rata pemirsa Demokrat sebesar 20,4 juta dalam empat hari. "Kami bangga akan hal itu. 40 juta penduduk Amerika menyaksikan John McCain, pejuang yang mengutamakan negara dari pada karakter fiksi yang kerap dilontarkan Obama dalam kampanyenya," kata Mark Salter, penasehat senior McCain. McCain dan Palin mengumpulkkan sebanyak 76,2 juta penonton, lebih besar dari 62,4 juta yang menyaksikan Obama dan Joe Biden, senator Demokrat asal Delaware. Biden meraih pemirsa 24 juta pada pidatonya 27 Agustus.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Pasukan India sisir kamar hotel cari teroris
  • ASEAN+3 kumpulkan US$150 miliar
  • Presiden Yudhoyono kutuk serangan di India
  • Australia berlakukan travel warning ke India

Komentar

Beri Komentar