Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Sabtu, 06/09/2008 15:44 WIB
Thailand akan cabut keadaan darurat
oleh : M. Yunan Hilmi
BANGKOK (Bloomberg): Pemerintah Thailand kemungkinan akan mencabut keadaan darurat dan berencana mencari jalan keluar untuk mengakhiri situasi politis di tengah pendudukan kantor perdana menteri oleh para demontran dalam 10 hari yang menuntut pengunduran diri PM. PM Samak Sundaravej mengatakan pemberlakuan keadaan darurat tidak efektif. Dirinya sudah berbicara dengan pihak terkait untuk mengaakhiri keadaan ini. "Tidak perlu adanya keadaan darurat karena tidak seorangpun yang sepakat dengan hal itu. Kami mempertimbangkan untuk mencabutnya," kata Samak kepada pers. Samak mendeklarasikan keadaan darurat pada 2 September setelah terjadi benturan kekerasan antara kelompok anti pemerintah dengan saingannya di Bangkok. Situasi politik ini telah menghantam bursa Thailand yang membawa terpuruk SET Index sebesar 5,6% pekan lalu. "Pencabutan itu tidak lama lagi. Kemungkinan akan berujung pada pengunduran diri Samak atau pelaksanaan pemilu, atau paling terburuk akan terjadi kekerasan di jalan dari para pemrotes. Jika itu terjadi militer akan turun tangan," kata Emmanuel Ng, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp. Bank sentral Thailand telah mengatakan risiko politik telah mempengaruhi inflasi yang juga merupakan ancaman terbesar perekonomian. Dana investor asing senilai US$3,4 miliar hengkang dari bursa Thailand sepanjang tahun ini. Kabinet Thailand sepakat untuk diadakan voting nasional untuk mengakhiri jalan buntu setelah Samak berulangkali menegaskan menolak mengundurkan diri. Namun, sejauh ini tidak ada tanggal yang pasti mengenai voting itu. "Kami tidak akan mendukung referendum nasional. Itu butuh waktu yang lama," kata anggota kabinet Demokrat yang juga jubir kabinet bayangan, Sirichoke Sopha. Lebih dari 10.000 demonstran dari People's Alliance yang sebagian besar dari kelompok menengah di Bangkok, bergabung dalam pendudukan Government House dan menguasai jalan-jalan. Somsak Kosaisuk, pemimpin protes, menegaskan referendum hanya akan menghamburkan uang pajak.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang