Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional


Jumat, 03/10/2008 19:45 WIB

Myanmar setop peredaran dua majalah

oleh : Ratna Ariyanti


YANGON (AP): Otoritas militer Myanmar menghentikan peredaran dua majalah mingguan untuk sementara waktu karena dianggap melanggar peraturan pemerintah.

Majalah mingguan berbahasa Myanmar Kumudra melaporkan otoritas mencabut izin peredaran dua majalah mingguan yaitu True News selama dua bulan dan The Action Times selama satu bulan. Dua majalah mingguan ini dinyatakan melanggar peraturan pemerintah.

Otoritas tidak memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai hal ini. Myint San, Editor Senior The Action Times, mengatakan pemerintah tidak menyebutkan alasan yang jelas mengenai perintah penghentian penerbitan tersebut.

Meski demikian, penghentian ini diperkirakan memiliki kaitan dengan artikel mengenai pembebasan sejumlah tahanan politik. Artikel ini mendapat tempat yang lebih dalam mingguan tersebut dan diterbitkan dalam kertas berwarna. Surat kabar lain di Myanmar memilih untuk tidak memberitakan peristiwa tersebut.

Sementara itu, manajemen mingguan True News tidak daapt dihubungi untuk dimintai komentar mengenai perintah penghentian penerbitan. Sejumlah editor di mingguan ini menyebutkan bahwa perintah tersebut disebabkan oleh pemuatan foto mengenai anak Myanmar yang bekerja di lahan konstruksi di negara tetangga Thailand. Sebuah subyek yang sangat sensitif dan menggambarkan kemiskinan yang masih membelit Myanmar.

Myanmar memiliki sekitar 140 majalah mingguan dan lebih dari 100 majalah bulanan. Seluruh artikel harus melewati sensor terlebih dulu sebelum dipublikasikan. Otoritas Pers juga berwenang untuk mengubah ukuran foto dan penempatan artikel. Myanmar telah berada di bawah regulasi militer selama 46 tahun dan termasuk negara miskin serta menerapkan sistem otoritarian. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Bom bunuh diri tewaskan enam orang
  • Dialog SBY-Obama tunggu waktu yang tepat
  • Mantan Presiden Taiwan ditahan
  • Bush-Obama bicara perang dan krisis finansial
  • Obama akan adili tahanan Guantanamo
  • Bush dan Obama akan bahas ekonomi
  • Serangan roket tewaskan 13 orang di Pakistan
  • Obama janjikan saling percaya dengan Aso
  • Obama pilih Rahm Emanuel jadi kepala staf Gedung Putih

Komentar

Beri Komentar