Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Selasa, 07/10/2008 14:57 WIB
Wakil PM Thailand mundur setelah bentrokan
oleh : Taufik Wisastra
BANGKOK (Bloomberg): Wakil PM Thailand Chavalit Yongchaiyudh, yang ditugaskan memimpin negosiasi dengan pemrotes antipemerintah, mengundurkan diri setelah polisi bentrok dengan demonstrator, menurut surat yang disampaikan kepada wartawan.
Sebelumnya diberitakan polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan pemrotes yang mengepung gedung parlemen dalam upaya menghalangi perdana menteri baru menyampaikan pidato kebijakan pertamanya.
PM Somchai Wongsawat membuka sidang parlemen setelah tertunda selama 90 menit meski ada boikot dari Partai Demokrat yang beroposisi. Partai ini keberatan dengan penggunaan kekuatan untuk membubarkan aksi unjuk rasa di luar gedung parlemen.
Somchai tidak memberikan komentar tentang kerusuhan saat dia membacakan teks kebijakan yang mencakup masalah mulai dari krisis finansial global sampai pemanasan global dan masalah kesehatan
Saat dia berpidato, pemrotes berkumpul di luar gedung parlemen. Polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa. Kerusuhan ini memperburuk krisis politik yang melanda Thailand dalam eenam minggu terakhir.
Pemrotes dari Aliasi Rakyat Demokratik menduduki halaman kantor perdana meenteri sejak akhir Agustus. Mereka menuntut pengunduran diri pemerintah dan perbaikan sistem elektoral. Pengunjuk rasa memasang kawat barikade pada tengah malam untuk menghalangi anggota parlemen memasuki gedung. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang