Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional


Selasa, 07/10/2008 19:25 WIB

Obama, McCain siap untuk debat capres kedua

oleh : AP

ASHEVILLE, N.C. (AP):  Cawapres AS Barack Obama dan John McCain siap untuk debat kedua hari ini waktu setempat (Rabu WIB) sementara kampanye negatif antara keduanya terus berlangsung.

Dalam debat capres kedua tersebut kemungkinan argumentasi diarahkan pada program para kandidat untuk memecahkan krisis finansial berskala besar di AS saat ini.

Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa Obama terus memimpin dengan angka signifikan atas McCain. Tetapi dalam politik AS dikenal istilah 'October surprise' (informasi kejutan jelang pemungutan suara) yang membuat calon favorit belum tentu menang pada pemilihan 4 November.

Pemilihan presiden tinggal empat minggu, kampanye John McCain dan Barack Obama berubah ajang saling menyudutkan. Kubu McCain berupaya membangun opini negatif tentang Obama dengan menyebutkan bahwa dia berteman dengan tokoh-tokoh radikal, sedangkan kubu Obama menyebut McCain sebagai ‘pesakitan’ dari Arizona.

Belakangan muncul tudingan bahwa McCain sempat menjadi anggota organisasi yang terkait dengan skandal Iran-Contra.

Di Albuquerque, Senin, McCain menuduh Obama telah berbohong mengenai usaha yang dilakukannya dalam mengatur kredit industri rumah. Obama, katanya, adalah sosok misterius yang tidak dapat dipercaya.

“Siapakah Barack Obama?” kata McCain pada para pendukungnya. “Tanyakan pertanyaan serupa dan yang akan Anda dapat adalah rentetan ketidakpatutan.”

Barack Obama adalah kandidat presiden AS kulit hitam pertama dalam sejarah negara itu. Sedangkan McCain adalah veteran perang Vietnam yang terkenal karena aksinya yang heroik di medan perang.

Beberapa analis mengatakan perubahan gaya kampanye tersebut mengecewakan namun telah diprediksi sebelumnya. Kandidat presiden yang kehilangan isu mengenai kebijakan akan beralih pada karakter lawan.

Peneliti masalah politik dari Brookings Institution Thomas E. Mann mengatakan dia telah meramalkan kalau McCain pada akhirnya mencoba merusak karakter yang dibangun tim sukses Obama yakni sebagai seseorang yang “tepat menjadi presiden.” Kuncinya, tambah Mann, adalah “kekacauan ekonomi, isu perang serta presiden yang tidak dapat dipercaya yang bekerja keras melawan McCain dan Partai Republik secara umum."

Obama dan McCain sebelumnya telah menyerang pribadi masing-masing. Namun hal ini meningkat tajam ketika kandidat Cawapres Sarah Palin terus mengangkat masalah hubungan Obama dengan mantan tokoh radikal 1960-an Bill Ayers.

Beberapa bulan lalu, kedua kandidat menjanjikan sesuatu yang lebih baik. Obama memuji cara baru dalam dunia politik saat berbicara di depan warga Iowa pada Januari: "Kita tidak bisa terus berpolitik dengan cara menghantam lawan ketimbang mengembangkan negeri ini.

McCain sering berjanji akan menjadi kandidat yang menempatkan kehormatan di atas kemenangan.

“Ekonomi sangat dominan dan perubahan fokus sangat baik, saya pikir para pemilih tidak akan terpancing akan hal itu [saling memojokkan antarkandidat],” ujar Terry Madonna, peneliti masalah politik di Franklin and Marshall College. (m01)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Pasukan India sisir kamar hotel cari teroris
  • ASEAN+3 kumpulkan US$150 miliar
  • Presiden Yudhoyono kutuk serangan di India
  • Australia berlakukan travel warning ke India

Komentar

Beri Komentar