Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional
Rabu, 08/10/2008 11:39 WIB
Soal ekonomi, suara McCain anjlok
oleh : Irvin Avriano
NEW YORK(Bloomberg): Debat kandidat calon presiden AS menggunakan isu program penyelamatan lembaga keuangan di negara adidaya itu untuk menyerang satu sama lain, dengan posisi yang sudah dapat ditebak.
Dalam polling nasional dan negara bagian pada debat tadi pagi itu, suara untuk kandidat calon dari Partai Republik John McCain anjlok, sedangkan calon presiden Partai Demokrat Barack Obama lebih banyak dipilih karena berdiri di sisi yang mengkhawatirkan kondisi ekonomi.
Biasanya McCain lebih unggul apabila isu berkutat tentang siapa yang paling pantas menjaga keamanan nasional.
McCain masih mengajukan ide tentang penurunan pajak, penurunan biaya pemerintahan, sedangkan Obama masih menyalahkan kebijakan pejabat presiden saat ini, George W. Bush, terhadap kondisi ekonomi yang sedang mereka hadapi.
McCain menyatakan dirinya akan memerintahkan Depkeu untuk membeli surat utang rumah (mortgages) yang macet dan membolehkan pemilik rumah itu untuk merenegosiasi harga yang baru bagi rumah itu, apabila terpilih menjadi presiden.
"Saya akan perintahkan Menteri Keuangan untuk membeli surat utang kredit perumahan yang buruk, dan menegosiasikan kembali harga rumah itu dengan pemiliknya, secepatnya," ujar McCain dalam debat kedua di Tennessee tadi pagi, seperti dikutip Bloomberg.
McCain juga menganggap rencana Bailout oleh pemerintah AS sebesar US$700 miliar mahal, tetapi dia menilai kalau harga rumah belum stabil, pemerintah dan masyarakat tidak akan dapat kembali membuka lapangan pekerjaan baru dan memperbaiki kondisi ekonomi negara adidaya itu.
Dia terus menyerang Obama yang sama sekali belum berpengalaman dalam pemerintahan, sedangkan Obama mengecap pengalaman McCain selama 26 tahun di pemerintahan belum mampu mengangkat standar kehidupan rakyat.
"Mudah saja berkata-kata seperti itu dalam kampanye," tutur Obama.
Selain masalah ekonomi, momen yang sangat seru adalah ketika Obama menyerang McCain yang dianggapnya sebagai "tim penceria" kampanye perang Bush yang dianggap sebagai salah satu faktor penguras ekonomi AS, sedangkan McCain menyerang Obama yang dianggap menginginkan tentara AS pulang dengan kekalahan.
Namun, keduanya tampak sepakat ketika memuji Warren Buffet ketika ditanyakan siapa yang pantas menjabat sebagai Menkeu AS.
"Buffet adalah pilihan yang sangat baik," ujar Obama, setelah McCain mengajukan nama itu terlebih dahulu, selain mantan CEO EBay Meg Whitman. Dalam kampanye pemilihan presiden, Obama didukung Buffet, sedangkan Whitman mendukung McCain.
Isu terakhir yang menyerang kedua kandidat adalah Obama yang memiliki kedekatan dengan teroris, karena hubungan baiknya dengan mantan anggota kelompok radikal, the Weather Underground, William Ayers. Sedangkan hubungan McCain dengan tokoh yang terlibat di dalam skandal bangkrutnya S&L pada tahun 1980-an, Charles Keating, diungkit dan dikaitkan dengan kondisi ekonomi AS saat ini.(21)
bisnis.com
Berita Lain
- Rice: Al-Qaeda terlibat serangan di Mumbai
- Pakistan tak serahkan teroris ke India
- Rice ke India redam ketegangan pascateror
- WNI diimbau tunda perjalanan ke Thailand
- Krisis di Thailand temukan titik terang