Bisnis Indonesia Online » Umum » Internasional


Kamis, 16/10/2008 09:12 WIB

Debat Obama-McCain fokus ke isu krisis keuangan

oleh : Tri D. Pamenan

WASHINGTON DC: Seiring dengan makin seriusnya krisis keuangan di Amerika Serikat, isu utama yang mengemuka dalam proses menuju Hari Pemilu Presiden di negara itu yang tak sampai tiga pekan lagi juga makin mengarah ke topik ekonomi.

Debat terakhir yang digelar di Hempstead, New York malam ini (Kamis pagi di Jakarta) juga akan terfokus pada solusi penyelesaian krisis ekonomi, terutama setelah pemerintah dan kongres AS sepakat meluncurkan paket dana talangan sebesar US$700 miliar disusul dengan tambahan dana lagi sebesar US$250 miliar untuk injeksi modal di sembilan bank terbesar di negara itu.

Putaran kampanye dalam hari-hari ini seperti ujian riil bagi kedua kandidat untuk meyakinkan kepada konstituen proposal siapa yang paling unggul dan realistis dalam membawa AS keluar dari krisis.

Materi kampanye di antara dua kubu sudah tak lagi hanya berusaha meyakinkan publik bahwa masing-masing adalah yang paling dapat diandalkan menyelesaikan krisis, tetapi sudah lebih pada adu proposal spesifik tentang solusi penyelesaian krisis keuangan, terutama pada kelompok yang menganggap paket dana talangan US$700 miliar hanya untuk menyelamatkan Wall Street, tetapi tidak mempedulikan Main Street.

Pekan ini Obama baru saja mengajukan proposal tambahan US$60 miliar sebagai paket stimulus ekonomi.

"Kita tidak punya waktu lagi untuk membiarkan para pekerja dan keluarganya yang sedang kesulitan menghadapi krisis, yang hanya bisa menunggu apakah besok akan kehilangan pekerjaannya," ujarnya ketika berkampanye di Toledo.

Pada saat yang sama, McCain sendiri masih menjual isu nasionalisme, eksplorasi sumber minyak dari dalam negeri untuk mengatasi krisis energi, tetapi belum mengajukan proposal konkritnya dalam menghadapi krisis keuangan.

Yang paling sering terdengar dari mulutnya masih semangat fight dalam berbagai konteks kalimat. "Sepanjang hidup saya selalu mendedikasikan diri saya untuk fight bagi Amerika Serikat. Untuk menghadapi krisis ini saya siap fight."

Di luar itu, ketika berkampanye dihadapan massa pendukungnya atau melalui iklan di TV, McCain masih lebih memilih menyerang Obama. Yang selalu dipakai McCain adalah isu tentang Obama yang hanya bisa menaikkan pajak dan memboroskan anggaran belanja pemerintah.

Running mate McCain, Sarah Palin juga masih sibuk melemparkan isu Irak sebagai serangan pada kubu Obama. Ketika berkampanye di Richmond, Palin mengatakan pada pendukungnya bahwa rakyat AS tidak dapat mempercayakan seorang 'big spender'untuk duduk di Gedung Putih.

Dalam berbagai polling, kampanye McCain-Palin memang lebih banyak diarahkan menyerang kubu lawannya, sementara Obama-Biden lebih fokus pada isu utama.

Di beberapa wilayah, posisi McCain memang sempat unggul. Tetapi, secara keseluruhan jajak pendapat menunjukkan posisi Obama sudah semakin meninggalkan pesaingnya dari kubu Republikan itu.

Maka, sesi debat terakhir ini boleh jadi akan menjadi kesempatan terakhir dan paling menentukan bagi McCain jika ingin mendongkrak posisinya menjelang 4 November. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Pasukan India sisir kamar hotel cari teroris
  • ASEAN+3 kumpulkan US$150 miliar
  • Presiden Yudhoyono kutuk serangan di India
  • Australia berlakukan travel warning ke India

Komentar

Beri Komentar