DKI gelar lomba pemberantasan narkoba

Senin, 23/11/2009 15:36:21 WIBOleh: Mia Chitra Dinisari
JAKARTA (bisnis.com): Pemprov DKI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar lomba bertema "Kampung Kite Bersih Narkoba" sebagai salah satu langkah pemberantasan penyebaran dan penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Jakarta.

Beberapa bidang yang dilombakan yakni kreativitas warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih serta aman dari peredaran narkoba. Misalnya, berbentuk aktivitas masyarakat di mana peserta di setiap wilayah dapat membuat suatu kegiatan positif dalam pencegahan peredaran narkoba di wilayahnya.

Selain itu, dapat berupa pemuatan dan pemanfataan media ruang dan penciptaan lingkungan bersih, tertib dan rapi. Dalam hal ini peserta di setiap wilayah mampu memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana yang ada di lingkungan sekitar dalam rangka menimbulkan kesadaran warga untuk ikut serta dalam hal pencegahan narkoba di wilayahnya.

Pelaksanaan lomba sendiri sudah memasuki tahap sosialisasi pada 1-7 Oktober dan dilanjutkan program pelaksanaan pada 17 Oktober-17 November. Peserta wajib mendokumentasikan aktivitasnya yang berkaitan dengan pemberantasan narkoba diwilayahnya masing-masing.

"Kami berharap dengan kegiatan ini kegiatan penyalahgunaan dan pengedaran narkoba bisa diberantas atau dikurangi," ujar Wakil Gubernur DKI Prijanto.

Dari seluruh peserta, akan dipilih 20 finalis tingkat RW dengan masing-masing empat peserta di tiap kota untuk mewakili di Propinsi. Dari 20 finalis itu, akan diseleksi ulang untuk memperebutkan hadiah utama senilai Rp150 juta.

Jumlah peserta sendiri, dibatasi sebanyak 400 RW dengan masing-masing 80 peserta di tiap RW. Penjurian akan dilakukan oleh BNN, Badan Narkotika Provinsi, Badan Narkotika Kabupaten, PKK, LSM, dan akademisi. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 22 Desember.

Kepala Pusat Pencegahan Pelaksana Harian BNN Anang Iskandar mengatakan fokus kegiatan ini yakni untuk memicu kreativitas masyarakat, agar upaya pemberantasan dan pencegahan dari warga sendiri bisa dilakukan. Dia mengatakan program serupa sudah digelar di Surabaya, dan tahun depan akan dilaksanakan di Yogyakarta.

"Di Jakarta sendiri hingga saat ini jumlah pengguna narkoba jumlahnya 4,1%, artinya dari 100 orang, lima diantaranya memakai narkoba," ujar Anang. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika