JAKARTA (bisnis.com): Menkeu Sri Mulyani Indrawati meminta masukan dari sejumlah akademisi terkait polemik kasus Bank Century.
Sore tadi, Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan dan pakar Komunikasi Wimar Witoelar mengunjungi kantor Menteri Keuangan. Sehari sebelumnya, Pakar Sosiologi Komunikasi Universitas Indonesia Imam Prasodjo juga tampak di Depkeu.
Pada Selasa lalu, dua Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Erman Rajagukguk dan Hikmahanto Juwono juga dimintai pendapatnya terkait legalitas kebijakan KKSK.
Anis menjelaskan kunjungannya ke Depkeu untuk mendiskusikan situasi nasional saat ini, termasuk kasus Bank Century. Dia menilai sudah saatnya memandang kasus yang merebak dari sisi legalitas, tidak lagi dari sisi politik.
"Harus sudah mulai bicara berdasarkan fakta, bukan teori. Dulu mengkritik polisi karena menduga Bibit Chandra tanpa fakta. Sekarang kita menggugat Bank Century tanpa fakta. Padahal sudah ada BPK dan nanti PPATK," jelas dia.
Terkait kasus Bank Century, dia menilai saatnya BPK dan PPATK serta Bank Indonesia mengungkap semuanya ke publik dengan transparan. "Jangan jadikan komoditas, nanti RI tersandera. Masa hampir dua bulan bicara dua kasus ini saja. Banyak agenda penting yang harus diselesaikan."
Saat ini, lanjut dia, waktunya memfokuskan perhatian pada bagaimana memeratakan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia. "Sebenarnya tidak penting di mana ibu kota, yang penting pusat pertumbuhan tersebar di semua tempat."
Sementara itu, Wimar Witoelar yang pernah menjabat sebagai penasihat mantan presiden Abdurahman Wahid menuturkan sebagai warga yang bertanggung jawab dirinya kebijakan penanganan krisis. Kendati ada keputusan yang dipersoalkan karena diindikasi ada tindak kejahatan, tetapi tidak ada yang bisa dikenakan praduga.
"Terutama pejabat-pejabat yang masih sangat diperlukan untuk melanjutkan, bukan saja pekerjaan rutin, tapi juga reformasi sistem keuangan. Sri Mulyani, selain Menteri Keuangan, adalah kekuatan reformasi pemerintah yang sudah terbukti selama 5 tahun," tuturnya.
Wimar menilai persepsi masyarakat perlu diluruskan terkait perkara Bank Century. Untuk itu, dia ingin membantu masyarakat melihat segala kasus secara jernih sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »