Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial
Kamis, 08/05/2008 17:08 WIB
Program penanganan KDRT kurang diminati
oleh : Dewi Astuti
JAKARTA (Bisnis): Minat masyarakat untuk memberikan sumbangan bagi program penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih rendah.
Studi Public Interest Reasearch and Advocacy Center (PIRAC) bertajuk Potensi Sumbangan untuk Pemberdayaan Perempuan di 11 kota menunjukkan masyarakat masih lebih memilih memberikan sumbangan untuk program kesehatan wanita daripada KDRT.
Dari total 2.500 responden berpenghasilan tetap yang disurvei pada 2007 di Medan, Padang, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Balikpapan, Makassar, dan Manado, hanya 4,8% responden yang berminat untuk menyumbang pada program penanganan KDRT, berbeda dengan program kesehatan yang 45,8%.
"Meski sebagian besar menganggap KDRT merupakan persoalan yang penting, persoalan ini justru tidak mendapatkan sumbangan yang signifikan," kata Ninik Annisa, peneliti studi PIRAC pada seminar Potensi Sumbangan untuk Pemberdayaan Perempuan, hari ini.
Menurut dia, isu KDRT kurang mendapat dukungan karena menjadi isu yang sensitif dan kompleks berkaitan dengan penafsiran dan hukumnya. Perdebatan yang muncul biasanya berkaitan dengan pertanyaan apakah persoalan KDRT itu merupakan persoalan domestik atau publik. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Program pemberdayaan masyarakat kelurahan dilanjutkan
- Gempa China tak rusak patung Buddha tertinggi
- Ledakan pipa minyak Nigeria tewaskan 100 orang
- CSR Awards 2008 digelar buat motivasi usaha
- 'Indonesia bisa jadi negara adidaya E-7 pada 2050'