Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial
Rabu, 16/07/2008 12:32 WIB
Minat COOP terus meningkat
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (Bisnis.com): Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal mengatakan minat dunia usaha mengembangkan Program Belajar Bekerja Terpadu atau Cooperative Academic Education Program (COOP) terus meningkat yang berguna untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja.
“Kami memahami ada kegelisahan dari dunia usaha bahwa lulusan perguruan tinggi masih banyak yang kurang siap bekerja. Sejak 1997 sebenarnya program COOP sudah melibatkan 50 perusahaan," kata Fasli Jalal, hari ini.
Menurut dia, berbagai perusahaan minyak seperti Pertamina, Exxon, Chevron dan perusahaan lainnya di bawah BP Migas, pernah mengikuti program ini. Bahkan, Pertamina sudah rutin melakukan kerja sama dengan Depdiknas. Departemen juga pernah bekerjasama dengan PT. Telkom yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja selama tiga bulan di PT. Telkom mulai 23 Juni 2008 sampai dengan 22 September 2008.
Fasli menjelaskan program ini terkait dengan pilar kebijakan Depdiknas yakni relevansi pendidikan sehingga terjadi interaksi antara dunia nyata dengan dunia pendidikan. Tujuannya, agar pendidikan menjadi relevan sesuai kebutuhan masyarakat baik dari aspek sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.
Peserta COOP direkrut dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang sudah memiliki kerja sama dengan PT. Telkom. Peserta COOP akan ditempatkan di unit-unit bisnis di seluruh Indonesia dan beberapa anak perusahaan. Para mahasiswa akan melaksanakan tugas rutin seperti, operasional, proyek, serta terlibat dalam pemecahan masalah operasional.
”Hasilnya menggembirakan, bahkan Telkom menyerap 7% dari peserta program COOP menjadi karyawan tetapnya." (yn)
bisnis.com
Berita Lain
- LSI: Alex Noerdin-Eddy Yusuf unggul di Sumsel
- Presiden minta optimalkan potensi zakat
- Tokoh REI Iwan Bachir berpulang
- 50 Peserta masuk grand final CS Championship
- Sampoerna gelar lagi Parade Bedug