Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial
Rabu, 16/07/2008 18:03 WIB
Lemhanas: Tak perlu proses hukum atas laporan KKP
oleh : John Andhi Oktaveri
JAKARTA (Bisnis.com): Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Muladi menyatakan tidak perlu ada proses hukum lanjutan terkait laporan akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) soal kasus pelanggaran HAM sebelum dan sesudah jajak pendapat di Timor Timur.
Disamping tidak ada rekomendasi dari laporan akhir tersebut, ujarnya, dalam memorandum pembentukan KKP juga dinyatakan bahwa hasil akhirnya bukanlah suatu pengadilan. "Tetapi instropeksi dan perhatian anggota korban dan langkah-langka sistematis supaya hal tersebut tidak terulang," kata Muladi seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional Akutansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah, hari ini.
Menurut dia, peradilan HAM tersebut pernah digelar namun hasilnya dibebaskan oleh Mahkamah Agung kendati keputusan itu mengecewakan Timor Leste yang dulunya merupakan Provinsi Timor Timur. "Kita sudah melakukan langkah-langkah peradilan secara nasional dan Timor Timur tidak puas maka dibentuklah KKP," kata Muladi.
Dia menilai yang paling penting dalam menanggapi hasil KKP ini adalah membangun persahabatan dan membudayakan HAM di Indonesia sehingga PBB diminta tidak perlu ikut campur.
Sementara itu mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, yang juga pernah ditugaskan di Timor Timur, mendukung rekomendasi KKP tersebut. Selain itu, paparnya, persoalan tersebut sudah diselesaikan melalui satu kesepakatan antara kedua negara. Meski begitu, dia mengingatkan untuk menggugat anggota TNI terkait kasus HAM perlu kehati-hatian karena persoalannya tidak sederhana.
Menurut dia, dalam melaksanakan tugasnya TNI tetap mengutamakan kedisplinan dan perikemanusiaan. Bahkan, dibandingkan dengan tentara negara lain sekalipun anggota TNI masih lebih baik. "Dalam meneliti pelanggaran HAM harus hati hati, jangan sebentar-sebentar HAM. Itu bisa menimbulkan traumatis, kalau tidak ada jangan dicari-cari," ujarnya.
Dia mencontohkan sejumlah tindak kekerasan yang dilakukan tentara Amerika Serikat di Afghanistan dan di Vietnam yang jauh lebih keji dibandingkan dengan tentara Indonesia. "Anak-anak [tentara Indonesia] itu lebih baik," katanya.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Jepang beri Zuhal bintang jasa
- Mesjid berbasiskan ekonomi berdiri di Bandung
- Banjir landa Jepang, ribuan penduduk mengungsi
- 'Minat perusahaan sawit beri beasiswa cukup tinggi'
- Sidang Kabinet Paripurna bahas pangan & energi