Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial


Jumat, 15/08/2008 19:58 WIB

Masjid Agung Semarang gelar dugderan

oleh : Endot Brilliantono


SEMARANG (bisnis.com): Takmir Masjid Agung Semarang akan menggelar acara "Dugderan Tempo Doeloe" dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Petugas Masjid Kauman MS Muhaimin menjelaskan "Dugderan Tempo Doeloe" ini bukan merupakan tandingan pasar malam dugderan yang dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah.

"Dugderan Tempo Doeloe terbatas pada makanan dan minuman khas Semarang, serta mainan anak-anak nonplastik dan nonelektronik, jadi berbeda dengan pasar malam di MAJT," kata dia.

Dia menyebutkan kegiatan bertema "Angeksa Satuhu Lestarining Budaya Jawi" yang bermakna menjaga pelestarian budaya Jawa dengan sekuat tenaga ini diharapkan mampu menyedot animo masyarakat Semarang untuk berkunjung.

Dia juga menjelaskan "Dugderan Tempo Doeloe" akan digelar enam hari pada 27 Agustus-1 September. Dalam acara ini panitia menyiapkan 103 lapak untuk penjual makanan/minuman khas semarang, mainan anak, busana muslim, perlengkapan salat, kitab/buku, dan kebutuhan bulan puasa.

Panitia juga juga akan menggelar sejumlah festival/lomba untuk meramaikan Dugderan Tempo Doeloe diantaranya festival rebana (nonelektronik), klotekan saur-saur, mewarnai warak ngendog, putar gangsingan bambu, dan lomba tarhim.

Menurut Muhaimin, sejak 2004 prosesi dugderan memang telah dikembalikan ke Masjid Kauman. Sebelumnya, prosesi pernah melenceng dari sejarah, dengan dilaksanakan di Balai Kota. Namun, pengembalian prosesi dugderan itu terasa belum lengkap karena tidak disertai pasar malam dugderan.

Pasar malam itu sebelumnya masih dilaksanakan di kompleks Polder Tawang dan rencananya akan dipindahkan ke sekitar MAJT. "Kehadiran pedagang yang mrema di sekitar aloon-aloon merupakan bagian tak terpisahkan dari dugderan zaman dulu," katanya. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Presiden India mulai kunjungi RI
  • Presiden tak komentari penahanan besannya
  • Bawaslu diminta siapkan diri atasi konflik
  • 50 TKI alami pelecehan seks di Damaskus

Komentar

Beri Komentar