Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial
Selasa, 26/08/2008 18:36 WIB
Media perlu akomodasi program CSR
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (bisnis.com): Kalangan media memiliki tugas mengakomodasikan program tanggungjawab sosial (CSR) yang dijalankan dengan tulus sehingga tercipta kemitraan yang baik antara korporasi dan kalangan media.
Fachry Mohammad, CEO Group Smart FM, mengatakan kebanyakan perusahaan melakukan marketing communication dalam mengkomunikasikan programnya dan bekerja sama dengan wartawan bukan dengan perusahaan medianya.
Berbicara pada sesi break-out sessions konferensi CSR ke dua di JCC bersama Tom Malik, Direktur Burson Marsteller Indonesia dan Ditta Amahorseya, direktur Corporate Affairs Citibank Indonesia, Fachry mengatakan seharusnya perusahaan bisa membedakan antara marketing communication dan CSR.
Menurut dia, perusahaan media juga harus tahu persis apakah suatu perusahaan benar-benar melakukan program CSR dengan tulus sebelum memutuskan untuk melakukan kemitraan dalam mengkomunikasikan program CSR suatu perusahaan.
Banyak perusahaan yang tidak peduli lingkungan, buang limbah dan ketika bermasalah baru mendekati media untuk melakukan kemitraan tujuannya supaya reputasinya kembali baik.
"Ada media yang karena butuh uang tidak masalah menjadi corong suatu perusahaan padahal media punya tugas juga mendidik perusahaan untuk berbuat yang pantas. Bahkan media perlu mengakomodasi kebutuhan komunikasi korporasi perusahaan yang melakukan CSR dengan baik."
Konferensi CSR kedua yang menampilkan 63 pembicara dihadiri oleh peserta dari sektor korporasi, organisasi masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, media dan para donatur. Kegiatan konferensinya sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu plenary sessions, break-out sessions dan pameran (expo) yang menampilkan program CSR dari berbagai perusahaan korporasi nasional dan multinasional di Indonesia.
Pada sesi break-out sessions peserta dapat memilih tiga group serial diskusi sesuai dengan minat dan bidang yang ditekuninya sehingga dapat berinteraksi dengan pembicara yang membahas topik spesifik sebagai media pembelajaran dan bertukar pengalaman.
Indonesia business Links (IBL) sebagai penyelenggara konfrensi internasional CSR ini mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi landasan pijak untuk saling mengembangkan program dan tukar menukar informasi.
Pradokso Hadiwidojo, ketua badan pelaksana IBL mengharapkan tumbuhnya kesadaran dan penerapan CSR diantara sektor swasta dan para pemangku kepentingannya dalam melengkapi komponen strategis dalam dunia usaha. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Jalur sepeda diuji coba akhir Desember
- 210 WNI diupayakan pulang dari Thailand
- Korsel setop sementara penempatan TKI
- Patil: India bertekad perangi terorisme
- Presiden India & Kepala Negara RI gelar pertemuan