Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial


Rabu, 27/08/2008 18:09 WIB

Dampak CSR belum dirasakan optimal

oleh : Hilda Sabri Sulistyo


JAKARTA (bisnis.com): Erna Witoelar mengatakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan di Indonesia sudah berjalan dengan baik, namun dampaknya masih belum dirasakan masyarakat dengan optimal.

Dia mengungkapkan masalah koordinasi juga masih kental mengemuka karena kemitraan diantara korporasi untuk membantu suatu komunitas belum fokus.

"Persoalan CSR biasanya kalau proyek selesai ketergantungan masyarakat pada korporasi masih tinggi," kata wakil ketua konsorsium filantrophy Asia Pacific itu pada penutupan konferensi international CSR II di Jakarta Convention Centre sore ini.

Menurut dia, kalau korporasi mau berkordinasi secara baik dengan masyarakat setempat dan pihak-pihak terkait lainnya maka suatu program dapat dijalankan secara tuntas.

"Jadi tidak masalah antar perusahaan korporasi keroyokan saling membantu untuk kepentingan masyarakat di sekitarnya," kata Erna.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Indonesia Business Links Noke Kiroyan mengatakan sebagai penyelenggara konferensi CSR ini ada beragam definisi mengenai CSR namun demikian benang merahnya adalah perusahaan bertanggungjawab kepada pemangku kepentingan (stakeholders) dimana dia berada bukan pada pemegang saham.

"Kepentingan jangka panjang dicapai tidak hanya melalui pertumbuhan dan laba tapi juga sejalan dengan kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan dan kualitas hidup," kata Noke.

Pada hari kedua konferensi sekaligus penutupan Noke mengatakan para peserta antusias mengikuti karena banyaknya informasi yang bisa mereka dapatkan terutama pada sesi Break-out dimana peserta di bagi dalam lima group masing-masing group terdiri dari tiga pembicara.

"Total pembicara yang kami tampilkan ada 63 orang baik dari dalam dan luar negeri. Baik pembicara dan moderator merupakan pimpinan puncak dari perusahaan korporasi di Indonesia, India, Singapura dan Amerika."

Sebelum penutupan pada sesi plenary, Jimmy Tanaya, research associate The Business Watch Indonesia mengatakan masih banyak perusahaan korporasi di Indonesia yang belum memahami bagaimana melaksanakan CSR yang sesungguhnya.

"CSR yang dilakukan tidak dilakukan untuk jangka panjang, tidak konsisten dan efektif justru menghancurkan kepercayaan masyarakat dan akan menimbulkan biaya yang besar bagi perusahaan."

Nara sumber lainnya, Todung Mulya Lubis mengatakan perusahaan jangan terpaku pada kegiatan pendidikan, beasiswa tapi juga bisa membantu lembaga seperti KPK, Indonesia Corruption Watch. "Bisa dalam bentuk donasi atau ciptakan program edukasi anti korupsi yang dikaitkan dengan CSR," tandasnya. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Presiden India mulai kunjungi RI
  • Presiden tak komentari penahanan besannya
  • Bawaslu diminta siapkan diri atasi konflik
  • 50 TKI alami pelecehan seks di Damaskus

Komentar

Beri Komentar