Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial
Jumat, 29/08/2008 13:38 WIB
Mesjid berbasiskan ekonomi berdiri di Bandung
oleh : Lahyanto Nadie
JAKARTA (bisnis.com): Terinspirasi pasar seng di Mekkah dan mesjid berbasis pertokoan di Turki, di Bandung diresmikan mesjid berbasiskan ekonomi bernama Mesjid Besar Ash-Shofiyah di Kecamatan Dayeuhkolot.
Mesjid Ash-Shofiyah cukup unik karena dibangun dengan konsep perpaduan mesjid dan kawasan pertokoan atau pasar yang menampung 323 pedagang. Di Mekkah memang dikenal Pasar Seng yang paling sering dikunjungi jemaah haji dari Indonesia. Namun pasar tersebut kini telah rata dengan tanah.
Di Madinah juga terdapat mesjid Nabawi yang dikelilingi pertokoan dan perhotelan. Kawasan bisnis di lingkungan mesjid memang akrab di Arab Saudi dan negara Timur Tengah pada umumnya.
Mesjid Raya Ash-Shofiyah yang merupakan paduan antara mesjid dan pertokoan itu menurut penggagasnya Uu Rukmana, terinspirasi oleh Pasar Seng di Makkah dan mesjid berbasis perbelanjaan di Turki.
Nama Ash-shofiyah sendiri diambil dari mesjid berbasis pertokoan di Turki. Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan mesjid tersebut hari ini. "Saya salut dengan konsep pembangunan mesjid ini. Islam dan perdagangan sejak dulu tidak bisa terpisahkan, dan semangat itu harus tetap dipertahankan," kata Wapres Jusuf Kalla di sela-sela penandatanganan prasasti peresmian mesjid itu hari ini seperti dikutip Antara.
Wapres menyebutkan, kehadiran mesjid berbasis pertokoan merupakan fenomena baru yang bisa diikuti di daerah lainnya.
"Fenomena ini sangat unik, biasanya pasar dirobohkan dibuat mall, namun ini lahan PKL dibangun mesjid dengan pasar di atasnya. Jelas ini kebalikannya, saya salut," kata Wapres.
Menurut Wapres, konsep mesjid dengan pasar atau pertokoan itu diharapkan meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.
"Fakta sejarah menunjukkan daerah yang maju perdagangannya, maka unggul pula kegiatan keagamaanya," kata Wapres.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Raya Ash-Shofiyah Uu Rukmana menyebutkan Mesjid berbasis ekonomi itu dibangun dengan biaya Rp11 miliar yang dikumpulkan dari para pedagang, donatur serta sumbangan lainnya.
"Lahan mesjid dan pasar ini milik pemerintah, dulunya lahan itu tempat berjualan para PKL, sekarang mereka berjualan di kios itu. Sedangkan bagian atasnya dijadikan tempat syiar Islam," kata Uu Rukmana.
Hadir pula pada acara peresmian mesjid berbasis ekonomi itu Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Muspida Jabar, Bupati Bandung Obar Sobarna serta masyarakat Dayeuhkolot. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Jalur sepeda diuji coba akhir Desember
- 210 WNI diupayakan pulang dari Thailand
- Korsel setop sementara penempatan TKI
- Patil: India bertekad perangi terorisme
- Presiden India & Kepala Negara RI gelar pertemuan