Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial


Senin, 01/09/2008 19:24 WIB

Akankah Gustav menjadi Katrina lagi?

oleh : AP/JBBI

NEW ORLEANS (Bisnis.com): Dengan rampungnya evakuasi bersejarah terhadap hampir 2 juta orang dari Louisiana, aparat kepolisian dan tentara nasional siap mengamati di saat hujan mulai mengguyur membasahi jalan-jalan yang lengang, Minggu malam—dan bahkan politik pemilihan presiden pun dikesampingkan di saat negara tersebut menunggu untuk melihat apakah Badai Gustav akan menjadi Katrina yang lain.

Badai tersebut diperkirakan akan menghantam daratan, Senin siang, dengan kekuatan yang menakutkan, menguji perencanaan dan pembangunan kembali selama tiga tahun menyusul pukulan mematikan Katrina di Pesisir Teluk. Badai tersebut telah menewaskan sedikitnya 94 orang dalam perjalanannya menuju wilayah Karibia.

Dengan kesadaran penuh yang menyakitkan terhadap kegagalan yang mengakibatkan lebih dari 1.600 nyawa terenggut selama Katrina, kali ini aparat bergerak lebih dari sekadar mendesak wisatawan dan penduduk agar meninggalkan wilayah selatan Louisiana. Mereka mengancam akan menjebloskan para penjarah ke belakang terali besi, mengangkut ribuan orang ke dalam bus-bus, dan memperingatkan siapa pun yang bersikeras untuk tetap tinggal tidak akan diselamatkan. Mereka yakin bahwa mereka telah melakukan semua yang bisa mereka lakukan.

"Luar biasa. Itu membuat saya merasa benar-benar senang bahwa begitu banyak orang mengatakan kami sebagai orang Amerika, kami sebagai warga dunia, harus melakukannya dengan benar kali ini,” kata Walikota New Orleans, Ray Nagin, Minggu petang.

Mike Edmondson, komandan polisi negara bagian, mengatakan dia percaya bahwa 90% penduduk telah meninggalkan pesisir Louisiana. Eksodus dari 1,9 juta orang merupakan evakuasi terbesar dalam sejarah negara bagian, dan ribuan lainnya telah meninggalkan Mississippi, Alabama, dan wilayah tenggara Texas yang rentan banjir.

Minggu petang, Gubernur Bobby Jindal mengeluarkan satu permintaan terakhir kepada sekitar 100.000 orang yang masih bertahan di pesisir. “Jika kalian belum melakukan evakuasi, tolong lakukanlah. Masih ada beberapa jam tersisa.”(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Presiden India mulai kunjungi RI
  • Presiden tak komentari penahanan besannya
  • Bawaslu diminta siapkan diri atasi konflik
  • 50 TKI alami pelecehan seks di Damaskus

Komentar

Beri Komentar