Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial


Senin, 01/09/2008 19:58 WIB

Kendoeri Tempo Doeloe soroti sejarah

oleh : Yurivito Kris Nugroho


Yurivito Kris Nugroho/m02

JAKARTA (Bisnis.com): Wisata sejarah dan budaya dengan nama Kendoeri Tempo Doeloe, Indonesia History, Art and Culture Festival akan digelar untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, 63 tahun Kemerdekaan RI dan 63 tahun Hari Pahlawan.

Koordinator acara Tedy Tri Cahyono dari Lintang 24 Creative Communications mengatakan penyelenggaraan ini diadakan pada 31 Oktober-2 November di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Acara ini diadakan berangkat dari salah satu pemikiran bahwa semakin lunturnya semangat kebangsaan di kalangan masyarakat Indonesia.

"Berangkat dari adanya gejala amnesia sejarah di masyarakat, maksudnya lupa akan sejarah, karena sejarah sekarang ini dikesankan membosankan, jadul atau mungkin karena sejarah yang masih abu-abu," katanya.

Karena masih hangatnya euforia 100 tahun kebangkitan bangsa yang digembar-gemborkan pemerintah, dan kemerdekaan inilah penyelenggara menganggap tahun ini adalah momen yang tepat untuk mengadakan acara ini.

"Ini adalah momen terbaik untuk mengangkat kembali sejarah bangsa kita. Saat di mana mengenali kembali jati diri kita," kata Asep Kambali, ketua Komunitas Historia yang bertindak sebagai pendukung acara ini.

Acara Kendoeri Tempo Doeloe ini akan berkonsep unik nantinya. Seluruh Taman Menteng nantinya akan disulap menjadi sebuah taman sejarah guna menghadirkan nuansa tempo dulu. Acara tersebut akan menghadirkan suasana dari era penjajahan VOC hingga era sekarang. "Ini adalah sebuah rangkuman sejarah dari sejak Belanda datang ke Indonesia."

Pihak penyelenggara berharap agar acara ini dapat menjadi sebuah pembelajaran mengenai sejarah Indonesia yang mulai hilang di kalangan masyarakat, terutama di kalangan anak muda.

"Unsur edukasi di sini bukan bermaksud menggurui atau seperti hubungan guru dengan murid, tapi lebih kepada pengenalan kembali hingga bisa belajar bersama-sama mengenai sejarah Indonesia," tambah Asep. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Presiden India mulai kunjungi RI
  • Presiden tak komentari penahanan besannya
  • Bawaslu diminta siapkan diri atasi konflik
  • 50 TKI alami pelecehan seks di Damaskus

Komentar

Beri Komentar