Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial
Rabu, 03/09/2008 11:29 WIB
TNS Indonesia: Prabowo salip Wiranto
oleh : Algooth Putranto & Lahyanto Nadie
JAKARTA: Hasil survei yang menjagokan Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri untuk perebutan kursi presiden 2009 ternyata masih terbuka bagi calon-calon lain.
Hal ini terlihat dari hasil survei nasional terbaru, dengan teknik wawancara dari rumah ke rumah pada 2.000 calon pemilih berusia 17 tahun ke atas, dilakukan di 30 provinsi pada 18-29 Juli oleh Taylor Nelson Sofres plc (TNS Indonesia), perusahaan polling dan riset internasional–untuk National Leadership Center (NLC).
Jejak pendapat tersebut menunjukkan bahwa perebutan kursi presiden 2009 masih terbuka lebar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dicalonkan kembali oleh Partai Demokrat hanya memperoleh 27%.
Hal ini menunjukan SBY tidak mengalami kenaikan dan dikalahkan oleh capres PDI-P, mantan Presiden Megawati yang memperoleh angka 28%. Sementara itu, kandidat presiden yang baru saja diumumkan oleh Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyodok ke tempat ketiga dengan 11%.
Apabila dibandingkan antara kandidat yang telah resmi dicalonkan dan capres yang yang sering disebut sebagai calon kuat tapi belum dideklarasikan oleh partai tertentu, SBY dan Megawati bersaing ketat.
”Megawati mendapat satu angka di atas SBY dengan kemungkinana batas kesalahan [margin of error] dan tingkat keyakinan 95%,” ujar Yanti Zen, peneliti TNS, pekan ini.
Pada saat peserta jejak pendapat diminta memilih, siapakah calon presiden yang akan mereka pilih di antara para kandidat yang telah dideklarasikan pencalonannya dan ketua partai politik besar, SBY dan Megawati masih seimbang di dua tempat teratas secara statistik (dalam batas kesalahan yang sama).
Mereka hanya bertukar tempat, kali ini SBY unggul satu angka di atas Megawati, 32% banding 31%. Namun, Prabowo Subianto, yang meninggalkan Golkar dan bergabung dengan Gerindra, dengan kampanye media yang gencar pada saat survei dilakukan, semakin kuat posisinya di tempat ketiga dengan 23%.
Menurut Yanti, masalah perekonomian Indonesia menjadi keprihatinan serius para pengisi jejak pendapat. Sebagian besar di antara mereka, mencapai angka 50% mengungkapkan keadaan ekonomi keluarganya makin memburuk setahun terakhir.
Ketika ditanya untuk menyebut pilihan partai, 28% pengisi jajak pendapat memilih partai oposisi PDI-P. Sementara, partai berkuasa–Partai Golkar Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono–tertinggal cukup jauh dengan 14% dan 13%.
Secara berurutan Demokrat dan Golkar disusul oleh PKB 7%, PKS 6%, Gerindra 5%, PAN 4%, dan PPP 3%. Sementara itu, Partai Hanura berada di urutan terbawah survei ini dengan 2%.
Mesin partai
Sementara itu, Ketua Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan hasil itu akibat partainya dan Prabowo sendiri rajin melakukan sosialisasi. "Saya melihatnya tidak kaget, karena terus melakukan sosialisasi baik di media cetak maupun elektronik. Lagi pula mesin partai juga jalan."
Selain itu, katanya, organisasi mitra yang dipimpin Prabowo seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) juga efektif bekerja.
Menurut dia, hasil survei tersebut mencerminkan adanya keinginan dari masyarakat tentang pemimpin baru. "Kami melihat masyarakat butuh sosok pemimpin baru karena pemimpin yang ada saja ini tak mampu menjaga kepercayaan setelah diberikan kesempatan."
Ketika ditanyakan mengenai persoalan masa lalu Prabowo, Fadli Zon mengatakan tak ada yang mempersoalkan. "Sekarang mulus-mulus saja, persoalan dulu itu kan isyu dan fitnah sehingga Pak Prabowo menjadi korban." (ln)
Berikut adalah hasil jajak pendapat TNS Indonesia:
Megawati 28%
SBY 27%
Prabowo 11%
Sri Sultan 6%
Wiranto 5%
Abdurrahman Wahid 4%
Jusuf Kalla 2%
Sutiyoso 1%
Akbar Tanjung 1%
Surya Paloh 1%
Aburizal Bakrie *
Amien Rais *
* Kurang dari 1 persen
bisnis.com
Berita Lain
- Jalur sepeda diuji coba akhir Desember
- 210 WNI diupayakan pulang dari Thailand
- Korsel setop sementara penempatan TKI
- Patil: India bertekad perangi terorisme
- Presiden India & Kepala Negara RI gelar pertemuan