Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial


Rabu, 03/09/2008 17:44 WIB

Sampoerna gelar lagi Parade Bedug

oleh : Hilda Sabri Sulistyo


JAKARTA (bisnis.com): PT Sampoerna Tbk menggelar kembali program Sampoerna Hijau Parade Bedug 2008 ke 11 pada 10–21 September yang akan berjalan dengan dua rute berbeda yaitu rute Jawa dan rute Sumatra.

"Parade bedug untuk rute Jawa dimulai dari Sumenep, Madura, Jawa Timur dan rute Sumatera yang diawali di Solok, Padang, Sumatera Barat. Kedua rute bertemu di Depok pada 21 September," kata Suminto Alexander Hermawanto, Brand Manager Sampoerna Hijau hari ini.

Perusahaannya mengawali gagasan membuat bedug raksasa berdiameter 2,2 meter, panjang 4 meter dan berat mencapai 1 ton yang bisa direalisasikan berkat bantuan Mpu Triwiguno yang merupakan ahli di bidang pembuatan gamelan dan telah mendapat penghargaan UNESCO pada 1999.

Bedug raksasa itu pun dinamakan Bedug Sampoerna Hijau yang dari tahun ke tahun di arak berkeliling dalam program Sampoerna Hijau Parade Bedug terbuat dari jenis kayu khusus Bingkerey, jenis kayu yang sangat kuat dan keras serta menggunakan kulit kerbau.

"Dengan materi bahan berkualitas tinggi ini, Bedug Sampoerna Hijau bila dipukul dengan sekuat tenaga, akan muncul bunyi tabuhan bernada rendah dan terkesan agung. Arak-arakan Bedug Sampoerna Hijau ini pun menjadi agenda tetap yang ditunggu masyarakat," kata Alex.

Program yang tahun ini menginjak kali kesebelas ini merupakan cara unik Sampoerna Hijau dalam melestarikan bedug sebagai alat musik tradisional dan merupakan langkah awal untuk menghargai budaya Indonesia serta menjadikan bedug sebagai salah satu elemen budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Menurut Alex, budaya tabuh bedug tidak eksklusif milik satu kalangan saja karena hampir semua etnis di Indonesia memiliki 'bedug' dalam nama dan fungsi yang berbeda. Untuk itulah, keanekaragaman bedug di Nusantara harus dilestarikan bersama-sama.

Mengawali bulan Ramadan, pihaknya pekan lalu mengadakan dialog dengan Rizaldi Siagian, etnomusikolog dan Yudhistira ANM Massardi, pemerhati budaya bertema "Peran Bedug dalam Budaya Indonesia" dilihat dari fungsi sosial dan estetikanya.

Sisi fungsi sosial bedug merupakan alat komunikasi atau petanda kegiatan seperti ibadah, bahaya, atau kemalingan dan petanda resmi suatu kegiatan. Sedangkan dari sisi estetika, bedug berperan dalam pengembangan dunia kreatif, konsep, dan budaya material musikal.

"Jenis bedug yang beraneka ragam di nusantara ini berpotensi untuk digali dengan cara lebih kreatif lagi agar dapat menghasilkan ritme menawan. Sebagai warga negara yang mencintai budaya negeri sendiri, mari lestarikan budaya tabuh bedug ini agar tidak punah dan bahkan memperkenalkannya di dunia Internasional," ujarnya.(tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Presiden India mulai kunjungi RI
  • Presiden tak komentari penahanan besannya
  • Bawaslu diminta siapkan diri atasi konflik
  • 50 TKI alami pelecehan seks di Damaskus

Komentar

Beri Komentar