Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial


Kamis, 04/09/2008 19:27 WIB

LSI: Alex Noerdin-Eddy Yusuf unggul di Sumsel

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): Direktur Indobarometer Mohammad Qodari mengatakan bahwa hasil Pilkada Sumatera Selatan yang selisih tipis sudah diprediksi sebelum dan pihaknya telah melakukan survei dengan hasil yang tidak jauh berbeda dengan penghitungan cepat saat ini.

"Hasil survei saya tak jauh beda dengan hasil quick count hari ini. Meskipun Indobarometer tidak melakukan hitung cepat hari ini, tapi selisihnya bisa dilihat sangat tipis," katanya kepada bisnis.com malam ini.
 
Dari Palembang, Antara melaporkan bahwa hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP) menyebutkan pasangan H.Alex Noerdin-Eddy Yusuf meraih suara sebesar 51,22%.

Sedangkan Syahrial Oesman-Helmi Yahya meraih 48,78%, kata staf LSI dan JIP, Setia Dharma di Palembang hari ini.

Menurut dia, tingkat partisipasi pemilih sekitar 73,85%, sampling error (tingkat kesalahan) sekitar 2%, dan data sampel yang masuk sekitar 99,25%.

Dia mengatakan dengan "sampling error" sekitar dua persen maka kemungkinan hasil berubah masih ada, dan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf bisa menambah suara menjadi 53%.

Begitu pula dengan suara bagi pasangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya bisa naik sekitar dua persen sehingga selisih perolehan suara kedua pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumsel itu sekitar 2%-3%, ujarnya. (ln)


"Berdasarkan hasil tersebut kami tidak bisa mengklaim siapa pemenangnya, karena kemungkinan angka untuk berubah masih ada," tuturnya.

Ia menjelaskan, perbedaan perolehan suara dua pasang calon gubernur Sumsel itu cukup tipis sehingga terjadi persaingan ketat.

Pasangan H.Alex Noerdin-Eddy Yusuf unggul di daerah Musi Banyuasin, Banyuasin, Lahat dan Pagar Alam, sedangkan Syahrial Oesman-Helmi Yahya menang di OKU, OKU Timur dan OKU Selatan.

Hitung cepat itu merupakan hasil perkiraan penghitungan sementara, sedangkan yang berhak menetapkan hasil resminya nanti KPUD setempat, katanya.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Presiden India mulai kunjungi RI
  • Presiden tak komentari penahanan besannya
  • Bawaslu diminta siapkan diri atasi konflik
  • 50 TKI alami pelecehan seks di Damaskus

Komentar

Beri Komentar