Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial
Senin, 29/09/2008 11:57 WIB
Negara maju diingatkan soal kemiskinan
oleh : Endot Brilliantono
SEMARANG (bisnis.com): Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) Din Syamsuddin berusaha meyakinkan negara maju untuk membantu mengentaskan kemiskinan di negara lain di dunia.
Dia melontarkan hal itu ketika menghadiri High Level Consultation of Religious Leaders with Heads of States and Governments on Millennium Development Goals (MDGs), di New York, pekan lalu.
"Saya telah berusaha meyakinkan para pemimpin negara negara maju untuk melaksanakan komitmen mereka menyisihkan 0,7% dari GDP-nya bagi pengentasan kemiskinan," kata Din kepada Bisnis di Semarang akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan kedatangannya di acara itu diundang sebagai Presiden Kehormatan World Conference on Religion and Peace (WCRP) bersama delapan tokoh agama dunia. Pencapaian MDGs adalah tanggung jawab keagamaan yang harus dijalankan.
Dalam pengantarnya sebagai moderator sesi tentang Kemitraan Pemerintah dan Umat Beragama dalam Pencapaian MDGs, dia mengatakan umat beragama juga ikut bertanggung jawab melaksanakan 8 amanat MDGs seperti kemiskinan dan kelaparan, wajib pendidikan dasar, pemberdayaan perempuan, kelangsungan lingkungan hidup, dan lainnya.
Din mengatakan negara-negara maju diminta untuk tidak mengabaikan komitmennya untuk kebaikan bersama. Kemitraan pemerintah dengan ormas keagamaan ikut menanggulangi kemiskinan dan berbagai masalah masyarakat lainnya. Din mengingatkan agar dalam pencapaian MDGs semua pihak bekerja beyond politics, tapi melakukannya atas dasar kemanusiaan.
"Di sinilah titik temu pandangan semua pihak, bahwa semuanya berjuang atas dasar: one humanity, one destiny, one responsibility," katanya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Jalur sepeda diuji coba akhir Desember
- 210 WNI diupayakan pulang dari Thailand
- Korsel setop sementara penempatan TKI
- Patil: India bertekad perangi terorisme
- Presiden India & Kepala Negara RI gelar pertemuan