Bisnis Indonesia Online » Umum » Sosial


Senin, 29/09/2008 18:38 WIB

Tambora gelar Operasi Yustisi usai Lebaran

oleh : S. Hadysusanto

 JAKARTA (bisnis.com): Kawasan Tambora, Jakarta Barat, sejak empat hari menjelang Idulfitri nampak sepi dan lenggang. Padahal kampung berpenduduk paling terpadat di Asia Tenggara tersebut setiap hari dikenal ramai dan hiruk pikuk.

Tiga pasar tradisional yang berada di kawasan itu—Pasar Jembatan Lima, Pos Duri dan Kali Jodo—juga terkena dampaknya. Begitu juga pertokoan di sepanjang jalan raya Tubagus Angke,  Jembatan Lima dan KH Mas Mansyur tidak terlihat berjualan.

Lebih dari separuh penduduk Tambora sekitar 262.000 jiwa mulai 26 September berangsur-angsur pergi meninggalkan kawasan itu kembali ke kampung halamannya.

Pemukiman yang di belah oleh jalur kereta api jurusan Kota-Tanah Abang-Bogor-Rangkas Bitung serta Kali Angke berair hitam dan berbau itu, kini sepi dari hingar bingar suara anak-anak kecil.

Dari data sensus akhir ketika pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2008, jumlah penduduk di kampung itu yang tercatat berkisar 261.179 jiwa, belum termasuk pendatang musiman, yakni hanya beberapa bulan bermu-kim. Tapi taksiran angka mencapai 262.000.

Wakil Camat Tambora, Isnawa Adji mengakui kalau wilayahnya berpenduduk paling padat di negeri ini. Warga yang memenuhi kampung itu umumnya pedagang informal, mulai dari jenis gorengan, asongan, bakso hingga warung nasi. Bahkan ada juga penjual jasa seperti pengojek.

Sebagian besar, lanjutnya, berasal dari daerah Indramayu, Tegal, Sura-baya, Tasikmalaya, Cirebon dan kawasan Jawa Tengah lainnya. Sebagian besar mereka sudah menjadi penduduk Jakarta.

Namun menjelang Lebaran ini pihaknya sudah mengantisipasi penam-bahan jumlah penduduk. Isnawa Adji telah memberi ultimatum kepada warga yang pulang mudik untuk tidak membawa sanak keluarga ke Jakarta, terutama Tambora.

"Usai Lebaran nanti kami harus melakukan Operasi Yustisi, termasuk mendata ulang jumlah warga. Sudah semakin padat saja kampung ini," katanya kepada wartawan. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Presiden India mulai kunjungi RI
  • Presiden tak komentari penahanan besannya
  • Bawaslu diminta siapkan diri atasi konflik
  • 50 TKI alami pelecehan seks di Damaskus

Komentar

Beri Komentar